Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Cilacap, AI Bantu Nelayan “Membaca Laut” sebelum Berlayar

Agustina Wulandari , Jurnalis-Minggu, 30 Agustus 2026 |20:43 WIB
Dari Cilacap, AI Bantu Nelayan “Membaca Laut” sebelum Berlayar
Pertamuda Pertamina mengembangkan Iwak, yaitu teknologi berbasis AI dan data satelit, yang bantu nelayan menentukan kapan sebaiknya melaut. (Foto: dok Pertamina)
A
A
A

JAKARTA - Bagi nelayan tradisional, pergi melaut selalu mengandung ketidakpastian. Bahan bakar sudah dihabiskan, waktu dan tenaga pun dipertaruhkan. Namun tak jarang nelayan pulang dengan hasil tangkapan yang mengecewakan.

Di Cilacap Selatan, Jawa Tengah, sekitar 41 persen dari 6.806 perjalanan melaut yang dicatat MetaSeaco mengalami kerugian. Kondisi inilah yang mendorong startup jebolan program Pertamuda Pertamina itu mengembangkan Iwak, yaitu teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan data satelit, yang membantu nelayan menentukan kapan sebaiknya melaut, ikan yang ditargetkan, hingga titik koordinat potensial.

“Dari rumah, nelayan sudah bisa mengetahui apakah hari itu sebaiknya melaut atau tidak. Jika melaut, teknologi ini juga memberikan rekomendasi titik koordinat dan waktu terbaik untuk menangkap ikan,” ujar CEO MetaSeaco, Catur Prasetyo Nugroho.

Kini, Iwak telah digunakan 15 perahu nelayan di Cilacap. Hasilnya, biaya operasional dapat ditekan sekitar 23 persen, sementara pendapatan rata-rata nelayan meningkat 68 persen. Perjalanan melaut yang merugi juga turun dari 41 persen menjadi sekitar 30 persen.

Prediksinya pun menunjukkan hasil menjanjikan. Akurasi untuk ikan tenggiri batang mencapai 91 persen, ikan bawal putih 85 persen, dan ikan layur 70 persen. Dalam salah satu perjalanan, nelayan yang mengikuti koordinat dengan skor prediksi tinggi bahkan dapat menjaring pendapatan sekitar Rp 3 juta.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement