Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kinerja Keuangan Moncer, BEI Dorong Fintech IPO 

Rohman Wibowo , Jurnalis-Selasa, 01 September 2026 |17:31 WIB
Kinerja Keuangan Moncer, BEI Dorong Fintech IPO 
Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan teknologi finansial untuk melantai di pasar modal. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)
A
A
A

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan teknologi finansial untuk melantai di pasar modal melalui skema penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Peluang penghimpunan dana publik tersebut dinilai semakin terbuka seiring membaiknya kinerja keuangan industri teknologi finansial nasional, dengan sebagian besar pelaku usaha mulai membukukan laba bersih.

Potensi perusahaan rintisan sektor keuangan digital untuk melantai di bursa dinilai semakin menjanjikan berkat penguatan fundamental bisnis dan pemanfaatan teknologi. Kesiapan tersebut tecermin dari transformasi operasional para pelaku industri yang kini mulai mencapai fase profitabilitas dengan dukungan integrasi kecerdasan buatan.

"Kami menyambut baik data dari AFTECH yang menyampaikan bahwa sebagian besar, hampir setengah atau 40 sekian persen anggotanya sudah mulai membukukan laba. Anggota dalam AFTECH tentu adalah perusahaan-perusahaan yang beroperasi dengan pemanfaatan teknologi tinggi, di mana hampir semuanya sudah memanfaatkan AI," ujar Dirut BEI Jeffrey Hendrik saat ditemui di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Jeffrey menjelaskan bahwa kehadiran perusahaan fintech di lantai bursa akan memberikan pilihan investasi sekaligus memperkaya sektor saham berbasis teknologi di pasar modal domestik. Untuk merealisasikan potensi tersebut, BEI siap menjalin kerja sama dengan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) untuk memberikan asistensi teknis dan edukasi regulasi bagi perusahaan yang membidik pencatatan saham.

Otoritas bursa secara aktif menyiapkan program pendampingan untuk mematangkan kesiapan tata kelola dan kepatuhan emiten sebelum resmi menggelar penawaran umum. Pendekatan kolaboratif ini mengacu pada skema pembinaan yang sebelumnya telah dijalankan bersama kementerian teknis dalam menjaring calon emiten dari industri kreatif.

"Tentu ini akan memberikan warna baru terhadap sektor-sektor yang ada di Bursa Efek Indonesia, sehingga kami menyambut baik rencana kerja sama dengan AFTECH untuk memberikan pendampingan kepada anggota yang siap IPO dalam satu hingga dua tahun ke depan. Ini hal yang sama seperti yang kita lakukan sebelumnya dengan Kementerian Ekraf dalam mengundang industri kreatif untuk memberikan pengayaan sektor di bursa," tutur Jeffrey.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement