Saat ini, kata Eniya, pemerintah membidik lonjakan harga karbon Indonesia hingga USD40 per ton CO2, dari saat ini yang baru berada di kisaran USD4-5 per ton. Kenaikan nilai tersebut diharapkan membuka potensi ekonomi yang lebih besar dari proyek energi terbarukan Indonesia.
"Saat ini kan hanya dihitung 4-5 dollar per ton CO2. Nah, ini kita harapkan bisa sampai 40, ataupun lebih dari itu," katanya.
Eniya mengungkapkan peluang tersebut juga telah dibicarakan dengan Norwegia. Salah satu potensi yang dapat memperoleh nilai karbon lebih tinggi adalah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
"Sudah ada pembicaraan dari Norway, bahwa kalau PLTS nanti bisa terpasang, itu ada kemungkinan bisa dijual dengan harga sampai 40 dollar per ton CO2.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.