Menurut Brandon Keam, kolaborasi tersebut menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular yang menghubungkan sektor peternakan dan pertanian.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin mentransformasikan kotoran ternak dan jerami padi menjadi biochar yang memiliki nilai bagi pertanian sekaligus berpotensi memberikan manfaat iklim. Model ini menghubungkan waste management, soil improvement, carbon removal, dan green investment dalam satu ekosistem ekonomi sirkular,” kata Brandon.
Sejalan dengan itu, ESGIN juga menjajaki pengembangan proyek karbon di sektor persawahan Lampung melalui metode Alternate Wetting and Drying (AWD). Pendekatan tersebut mengatur periode penggenangan dan pengeringan sawah secara terkontrol yang berpotensi mengurangi emisi metana dan meningkatkan efisiensi penggunaan air.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.