INACA memperingatkan bahwa berlanjutnya sebaran asap karhutla berpotensi menimbulkan efek domino yang merusak rotasi pesawat secara berantai ke berbagai destinasi. Kondisi ini turut memicu pembengkakan biaya operasional maskapai akibat konsumsi avtur tambahan saat pesawat tertahan di udara biaya pendaratan alternatif, hingga penyediaan kompensasi akomodasi bagi calon penumpang.
"Potensi gangguannya sangat besar karena delay di pagi hari akan menumpuk ke rotasi pesawat siang atau sore, di mana satu pesawat terlambat bisa berimbas ke 3-4 rute berikutnya. Jika jarak pandang terus bertahan di level 1.000–2.000 meter, risiko pembatalan massal meningkat, biaya bahan bakar serta refund membengkak, dan keterisian penumpang di rute-rute tipis seperti Singkawang-Jakarta akan terpukul berat," kata Bayu.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.