JAKARTA - PT Perta Arun Gas (PAG), bagian dari Subholding Gas dan anak perusahaan PT Pertamina Gas, terus mendorong Kawasan Arun Lhokseumawe, Aceh, berkembang dari terminal LNG menjadi Global Integrated Energy Hub yang berperan strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membuka akses ke pasar energi Asia.
Finance & General Support Director Perta Arun Gas M Yudi Setiawan menjelaskan, potensi strategis Arun yang berada di jalur pelayaran internasional dan dekat dengan pasar Asia. Posisi tersebut menjadi keunggulan bagi PAG untuk mengembangkan berbagai layanan berbasis LNG, tidak hanya untuk kebutuhan domestik tetapi juga pasar regional.
"Arun memiliki posisi strategis untuk dikembangkan menjadi LNG Hub yang melayani kebutuhan domestik sekaligus pasar regional,” ujar Yudi di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
PAG juga terus mengoptimalkan infrastruktur yang dimiliki untuk memperluas portofolio bisnis. Salah satunya melalui pengoperasian kembali Tangki LNG F-6004 berkapasitas 127.000 m³ yang telah direvitalisasi dan sudah beroperasi pada awal 2026. Infrastruktur tersebut meningkatkan fleksibilitas PAG dalam menerima, menyimpan, dan mengelola kargo LNG dalam volume besar, sekaligus membuka peluang bisnis LNG Hub, reload, dan re-export.
Selain itu, PAG memiliki tiga unit regasifikasi dengan total kapasitas 135 MMSCFD, LNG ISO Tank Filling Station hingga 10 ISO Tank per hari, tangki condensate berkapasitas 2,12 juta barel, fasilitas LPG, serta layanan Gassing Up & Cooling Down (GUCD) bagi kapal LNG.
Dari sisi kinerja, PAG mencatat capaian positif sepanjang 2025. Realisasi regasifikasi mencapai 153% dari target RKAP, dengan penerimaan 22 kargo LNG domestik dan volume regasifikasi lebih dari 155 BBTUD, meningkat sekitar 6%. PAG juga membukukan pendapatan konsolidasi audited sebesar USD104,9 juta dan EBITDA USD52,08 juta atau 121% dari target RKAP.
Keandalan operasi tersebut turut didukung pencapaian lebih dari 29 juta jam kerja selamat sejak 2013, menunjukkan konsistensi PAG dalam menjaga aspek HSSE dan keberlangsungan operasional.
Ke depan, PAG melihat peluang pengembangan breakbulking, LNG bunkering, ISO Tank, GUCD, penyimpanan, reload hingga re-export sebagai bagian dari ekosistem LNG Hub yang terintegrasi.
Yudi menyampaikan bahwa dengan posisi Arun yang strategis di kawasan Selat Malaka, pengembangan ini berpotensi memperkuat konektivitas Indonesia dengan pasar energi Asia Tenggara dan global.
“Target kami adalah menjadikan Arun sebagai bagian penting dari rantai pasok energi, tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk kebutuhan energi masa depan,” tutur Yudi.
“Untuk ke depan, bisnis PAG akan memerlukan tangki yang banyak sekaligus memberikan keleluasaan bagi PAG. Saat ini kita akan mengoptimalkan tangki eksisting,” tambahnya
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.