Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bahas AI hingga Investasi, 70 Negara Kumpul di KEK Kura-Kura

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Selasa, 08 September 2026 |20:20 WIB
Bahas AI hingga Investasi, 70 Negara Kumpul di KEK Kura-Kura
Bahas AI hingga Investasi, 70 Negara Kumpul di KEK Kura-Kura (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali menjadi lokasi pertemuan delegasi dari lebih dari 70 negara dalam Bali Harmony Encounter Week 2026. Forum yang digelar pada 2-7 September 2026 di KEK Kura Kura Bali membahas perkembangan kecerdasan buatan (AI), investasi, pendidikan, hingga pembangunan berkelanjutan.

Peserta yang hadir berasal dari unsur pemerintah, perusahaan teknologi, akademisi, masyarakat sipil, hingga komunitas lokal. Salah satu agenda utama, Bali Harmony Dialogue, digelar pada 3 September 2026 di United In Diversity (UID) Bali Campus, KEK Kura Kura Bali.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie memaparkan peta jalan bagi negara berkembang agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi.

"Negara berkembang dapat bertransformasi dari sekadar konsumen teknologi pasif menjadi arsitek aktif dalam tata kelola dan riset AI global," katanya dikutip, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, perkembangan AI tidak hanya menghadirkan perubahan teknologi, tetapi juga memunculkan tantangan baru terkait kesenjangan penguasaan teknologi antarnegara. Negara berkembang perlu memiliki strategi agar tidak terus berada di posisi sebagai pengguna produk teknologi yang dikembangkan negara lain.

Acara yang dihadiri Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan ini juga turut menyoroti peran generasi muda dan kearifan lokal dalam pembentukan etika teknologi di tengah perkembangan AI.

 

Wakil Presiden United In Diversity Foundation, Suyoto, mengatakan kedamaian perlu dipandang sebagai bagian dari kehidupan yang harus dibangun secara aktif di tengah perubahan global.

"Kedamaian bukanlah sekadar tujuan akhir yang dicapai melalui teori, melainkan sebuah hubungan yang harus kita rawat secara aktif setiap hari," ujar Suyoto.

Ia juga menyoroti perkembangan Indonesia dalam pembangunan manusia dan kerukunan masyarakat.

"Di tengah tantangan global yang berat, Indonesia terus mencatatkan peningkatan pada Indeks Kemajuan Manusia dan kerukunan umat beragama. Melalui THK Universal Reflection Forum, Yayasan UID mengemban semangat Tri Hita Karana yang kami yakini menjadi inti ajaran di seluruh agama dan tradisi di Indonesia," kata Suyoto.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement