Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BLT Bakal Disalurkan Lewat Rekening Baru Warga 17 Tahun, Ada Saldo Awal Rp50 Ribu

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 10 September 2026 |11:18 WIB
BLT Bakal Disalurkan Lewat Rekening Baru Warga 17 Tahun, Ada Saldo Awal Rp50 Ribu
Pemerintah menyiapkan rekening bank bagi setiap warga negara Indonesia (WNI) yang telah berusia 17 tahun. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Pemerintah menyiapkan rekening bank bagi setiap warga negara Indonesia (WNI) yang telah berusia 17 tahun untuk menjadi salah satu sarana penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) dan berbagai program bantuan sosial (bansos) secara langsung kepada masyarakat. Rekening tersebut akan terhubung dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sehingga penyaluran bantuan diharapkan lebih cepat, tepat sasaran, dan efisien.

CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani mengatakan pembukaan rekening bagi masyarakat berusia 17 tahun akan dilakukan melalui perbankan. Bank Rakyat Indonesia (BRI) akan menangani pembukaan rekening di seluruh wilayah Indonesia, sedangkan Bank Syariah Indonesia (BSI) secara khusus melayani wilayah Aceh.

“Iya emang sudah BRI dan BSI memang dari manajemennya juga sudah berkoordinasi untuk apa, melakukan rencananya agar akselerasi dari pembukaan rekening di seluruh Indonesia melalui BRI, dan untuk Aceh itu khusus dengan BSI bisa terlaksana dengan secepatnya,” kata Rosan. 

Rosan mengatakan pemerintah masih merancang mekanisme pelaksanaan pembukaan rekening tersebut. Pemerintah juga belum menetapkan waktu penerapan kebijakan tersebut.

“Nanti mekanismenya lagi dirancang segera kok,” ujar Rosan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan rekening tersebut akan dimiliki secara otomatis oleh WNI yang telah berusia 17 tahun dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Rekening akan terhubung dengan NIK sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas inklusi keuangan nasional.

“Begitu mereka usianya 17 tahun langsung otomatis dikasih KTP dan dikasih rekening koran,” kata Airlangga dalam Simposium Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Selasa (8/9/2026).

Pemerintah juga menyiapkan saldo awal sebesar Rp50 ribu untuk setiap rekening yang dibuka secara otomatis. Saldo tersebut tidak akan dikenakan potongan biaya administrasi maupun biaya lainnya.

Airlangga mengatakan pemerintah akan menyiapkan aturan khusus bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan saldo awal tersebut tetap utuh di rekening penerima.

Selain menjadi sarana penyaluran BLT dan bansos, rekening tersebut dapat digunakan masyarakat untuk menyimpan dana. Pemerintah akan memanfaatkan rekening yang terhubung dengan data kependudukan tersebut untuk menyalurkan berbagai program bantuan secara langsung kepada penerima.

Pemerintah berharap integrasi rekening dengan data kependudukan dapat membuat penyaluran bantuan lebih cepat, tepat sasaran, dan efisien.

Rekening tersebut juga akan terintegrasi dengan sistem pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), fasilitas QRIS akan tersedia secara otomatis tanpa dikenakan merchant discount rate (MDR).

“Ada payment system QR otomatis tersedia. QR tidak minta discount. Jadi nol biaya untuk para pedagang. Diharapkan kalau dengan demikian ini akan mendorong UMKM dan juga perekonomian syariah,” ujar Airlangga.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement