Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

GIFA dan METEC Perkuat Rantai Nilai Industri Logam 

Taufik Fajar , Jurnalis-Jum'at, 11 September 2026 |09:55 WIB
GIFA dan METEC Perkuat Rantai Nilai Industri Logam 
GIFA dan METEC Indonesia kembali digelar (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pameran internasional di bidang pengecoran (founder) dan metalurgi, GIFA dan METEC Indonesia kembali digelar di JIExpo, Kemayoran, 9-12 September 2026. Event ini memperkuat Rantai nilai induksi logam di Indonesia dan Asia Tenggara diikuti lebih dari 260 eksibitor Global dari 19 negara.

Event yang diselenggarakan oleh Messe Dusseldorf Asia dan PT Pamerindo Indonesia, menghubungkan produsen peralatan, para pakar, pemasok bahan baku, hingga fabrikator logam industri dari seluruh dunia untuk menjawab ekspansi pasar manufaktur Indonesia dan Asia Tenggara yang tengah berkembang pesat.

Managing Director Messe Dusseldorf Asia, Lars Wismer menyatakan Indonesia saat ini sedang berada pada fase transformasi industri yang krusial dan telah membuktikan dapat membangun kapasitas dalam skala besar. 

Tantangan dan peluang selanjutnya terdapat pada penguatan ekosistem hilir yang mengubah aluminium mentah menjadi produk bernilai tinggi dan kompetitif di tingkat Internasional.

"GIFA dan METEC Indonesia 2026, bersama dengan Aluminium Pavilion yang baru, akan menyatukan industri pada titik kritis transformasi seraya menciptakan platform yang berkolaborasi, berinovasi dan membuka kesempatan baru di seluruh lantai nilai aluminium," ujar Lars Wismer dikutip, Jumat (11/9/2026).

Pameran ini tidak hanya menyediakan platform bisnis, tetapi juga membawa standar teknologi internasional secara langsung kepada produsen lokal. 

 

Event ini menjadi ajang berbagi ilmu dan keahlian rekayasa, memperkuat kemitraan bisnis, serta mengevaluasi teknologi yang saat ini sudah berjalan dengan fokus khusus pada efisiensi dan keberlanjutan.

Selama empat hari penyelenggaraan, GIFA dan METEC Indonesia menampilkan jajaran penyedia teknologi terkemuka dari Asia dan Eropa. Ini memberikan kesempatan emas bagi pelaku industri domestik untuk berinteraksi langsung dengan eksibitor internasional.

Anjungan internasional menampilkan inovasi dari berbagai negara mitra yang diwakili oleh beragam eksibitor, beberapa di antaranya yakni Tiongkok, India, Singapura, Austria, Jerman, Italia dsn Spanyol.

Menurut Wismer, industri logam Indonesia sedang bergeser dari ‘seberapa banyak yang dapat di produksi’ menjadi ‘apa yang dapat kita buat darinya’. Pergeseran itulah di mana GIFA dan METEC Indonesia berdiri.

"Jadi dengan menyatukan perusahaan pengecoran, pengolahan aluminium, dan penyedia yang membawa teknologi tersebut dalam satu panggung pameran, kami memberikan pasar sebuah tempat untuk bersama-sama memikirkan bagaimana keunggulan bahan baku Indonesia menjadi keunggulan manufaktur yang sesungguhnya,” tuturnya.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement