Sementara itu, di Malaysia, perusahaan menjajaki kerja sama dengan jaringan ritel, minimarket, foodservice, dan e-commerce.
Okrin mengatakan perusahaan tidak hanya mempertimbangkan perluasan wilayah pemasaran, tetapi juga mencari mitra yang memahami karakteristik konsumen dan memiliki kemampuan untuk membangun kegiatan usaha secara berkelanjutan.
"Tujuan kami bukan sekadar memasuki sebanyak mungkin pasar. Kami ingin membangun kemitraan yang tepat, memahami konsumen lokal dan memenuhi preferensi mereka, serta membangun fondasi distribusi dan manufaktur yang diperlukan untuk pertumbuhan jangka panjang," katanya.
Penjajakan kemitraan tersebut menunjukkan semakin terbukanya peluang kerja sama antara perusahaan asal Timur Tengah dan pelaku usaha di Asia Tenggara, khususnya dalam sektor manufaktur dan distribusi produk konsumen.
Bagi Indonesia dan Malaysia, masuknya perusahaan asing melalui kemitraan dengan pelaku usaha lokal juga dapat membuka peluang kerja sama di sepanjang rantai pasok, mulai dari produksi hingga distribusi dan perdagangan.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.