JAKARTA — Industri makanan dan minuman (F&B) Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat dan meningkatnya pemanfaatan platform digital. Industri makanan dan minuman tumbuh 6,38%, sementara sektor akomodasi serta penyediaan makanan dan minuman tumbuh 7,41%.
Pertumbuhan tersebut juga tercermin dari meningkatnya aktivitas masyarakat dalam mencari dan berbagi informasi mengenai kuliner melalui platform digital. Jumlah konten terkait makanan di TikTok meningkat 52% dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Commercial Partnership TikTok SEA Fadlia Hifzia, perubahan perilaku masyarakat turut memengaruhi cara konsumen menikmati dan menemukan produk kuliner.
“Cara masyarakat menikmati kuliner kini semakin beragam. Bukan hanya dengan mencoba hidangan atau tempat makan baru, tetapi juga dengan berbagi cerita dan terhubung melalui kecintaan yang sama,” ujar Fadlia, dalam keterangan tertulis, Rabu(16/9/2026).
Menurut dia, konten digital kini dapat menjadi salah satu sarana bagi pelaku usaha dan kreator untuk memperkenalkan produk serta cerita di balik sajian kuliner kepada masyarakat.
“Melalui Every Ingredient Tells a Story, kami ingin mengangkat kisah di balik setiap bahan, mulai dari asal-usul dan tradisi hingga kreativitas yang melahirkan sajian baru,” katanya.
Perkembangan perdagangan digital juga menunjukkan peningkatan aktivitas pada kategori F&B. Pada semester I-2026, jumlah pesanan produk F&B meningkat hampir 95% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, jumlah pelaku usaha yang menjual produk F&B meningkat 184%.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa ekosistem digital tidak hanya digunakan untuk menemukan informasi mengenai makanan, tetapi juga mulai terhubung dengan aktivitas transaksi dan promosi produk kuliner.
Selain perdagangan daring, perkembangan teknologi digital turut mendorong perubahan pola masyarakat dalam menemukan usaha kuliner. Konten yang dibuat kreator dapat memperkenalkan restoran dan produk makanan kepada audiens yang lebih luas, sementara pelaku usaha dapat memanfaatkannya untuk menjangkau calon konsumen.
Di tengah perkembangan tersebut, kreator, pelaku usaha, dan komunitas kuliner pun dipertemukan untuk mengangkat beragam cerita serta kreativitas di balik produk makanan Indonesia.
Pertemuan ini diharapkan dapat mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem kuliner sekaligus mendukung perkembangan industri F&B.
“Kami berharap rangkaian ini tidak hanya membawa pengalaman penemuan kuliner dari TikTok ke dunia nyata, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri kuliner Indonesia,” tutup Fadlia.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.