Bimo menjelaskan, sejumlah pejabat yang masuk dalam daftar rotasi terindikasi tidak mengikuti prosedur resmi dan mekanisme seleksi yang berlaku di Kementerian Keuangan.
"Ada beberapa yang nama-nama ajaib yang tidak ikut proses assessment talent management," kata Bimo.
Atas indikasi pelanggaran prosedur tersebut, Bimo meminta pembatalan atau penundaan pelantikan pejabat yang bermasalah. Menurut dia, rotasi tanpa melalui mekanisme seleksi yang berlaku dapat memengaruhi moral dan iklim kerja pegawai.
"Sinyalnya nggak bagus bagi pasukan yang lain, yang ikut susah payah ikut assessment, ikut ujian, ikut talent management," ujarnya.
Untuk diketahui, Purbaya Yudhi Sadewa melakukan perombakan terhadap ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Kamis (10/9/2026). Porsi terbesar rotasi tersebut menyasar jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta DJP.