Di Pabrik Cilacap, Jawa Tengah, air hujan yang tertampung di settling pond digunakan kembali untuk kebutuhan produksi. Upaya tersebut membuat penggunaan air baku di pabrik itu turun 37% pada 2025 dibandingkan dengan baseline 2019.
Sementara itu, Pabrik Narogong, Jawa Barat, menggunakan teknologi Programmable Logic Controller (PLC) dan Internet of Things (IoT) untuk mengatur distribusi air. Teknologi tersebut membantu mengurangi konsumsi air tawar dari sungai sebesar 82 megaliter sepanjang 2025.
Pabrik Lhoknga, Aceh, juga memanfaatkan air hujan melalui fasilitas penampungan untuk mengurangi penggunaan air sungai. Pada 2025, pabrik tersebut mencatat penurunan penggunaan air baku dari sungai sebesar 100%.
Edi mengatakan pengelolaan air perlu dilakukan melalui efisiensi, penggunaan kembali, dan pemanfaatan sumber air alternatif untuk menghadapi perubahan iklim.
“Ketahanan menghadapi perubahan iklim dibangun dari keputusan yang kita ambil hari ini. Setiap upaya untuk menggunakan kembali air, memanfaatkan sumber alternatif, dan mengurangi kehilangan air membantu menjaga ketersediaannya bagi operasi, lingkungan, maupun masyarakat,” kata Edi.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.