Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aset Barang Mewah Mulai Dilirik sebagai Opsi Likuiditas

Taufik Fajar , Jurnalis-Sabtu, 19 September 2026 |14:54 WIB
Aset Barang Mewah Mulai Dilirik sebagai Opsi Likuiditas
Visa Business and Economic Insights memproyeksikan belanja barang mewah menggunakan kartu yang diterbitkan di Indonesia mencapai USD3,1 miliar di 2026. (Foto: Okezone.com/Luxpawn)
A
A
A

JAKARTA - Visa Business and Economic Insights memproyeksikan belanja barang mewah menggunakan kartu yang diterbitkan di Indonesia mencapai USD3,1 miliar di 2026. 

Angka itu mencakup transaksi pemegang kartu Indonesia di berbagai negara, sehingga tidak terbatas pada pembelian di dalam negeri.

Di sisi lain, JLL memperkirakan Indonesia menjadi salah satu negara di ASEAN dengan pertumbuhan jumlah konsumen barang mewah yang kuat.

Perkembangan itu turut membuka pembahasan mengenai bagaimana pemilik dapat mengelola nilai aset setelah pembelian, termasuk ketika membutuhkan fleksibilitas finansial.

Perusahaan luxury asset financing Luxpawn menawarkan pembiayaan berbasis aset sebagai salah satu pilihan bagi pemilik yang membutuhkan likuiditas tanpa harus langsung menjual asetnya.

Langkah itu diperkuat dengan pembukaan Lounge kedua Luxpawn di kawasan ASHTA District 8, Prosperity Tower, SCBD, Jakarta Selatan. Lounge tersebut menyediakan ruang konsultasi privat bagi pemilik jam tangan mewah, tas desainer, perhiasan, emas, kendaraan mewah, hingga barang koleksi bernilai tinggi.

"Aset mewah tidak hanya memiliki nilai konsumsi atau koleksi, tetapi juga dapat memiliki nilai finansial yang dapat dipertimbangkan pemilik ketika membutuhkan likuiditas," ujar Founder Luxpawn Sandy Soetjianto dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2026).

“Kami hadir untuk membantu pemilik aset mengakses nilai tersebut melalui proses yang profesional, discreet, dan tetap menghargai karakteristik dari setiap aset,” tambahnya.

Luxpawn menilai nilai barang mewah tidak semata-mata ditentukan oleh harga saat pembelian atau popularitas suatu merek. Kondisi fisik, keaslian, karakteristik barang, serta kondisi pasar saat ini turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement