JAKARTA - Harga emas logam mulia berpotensi menguat pada perdagangan pekan depan. Harga logam mulia diperkirakan dapat menembus level Rp2,82 juta per gram apabila sejumlah faktor global mendorong kenaikan harga emas dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga logam mulia pada penutupan perdagangan Sabtu berada di level Rp2,764 juta per gram. Dari sisi teknikal, level resistance pertama berada di Rp2,784 juta per gram, sedangkan resistance kedua berada di Rp2,82 juta per gram.
"Kalau seandainya harga logam mulia ini mengalami penguatan, resistance pertama itu di Rp2.784.000 per gram. Kemudian kalau seandainya menguat kembali, maka di level resistance kedua di Rp2.820.000 per gram," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (20/9/2026).
Menurut dia, terdapat sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga logam mulia pada pekan depan. Faktor tersebut antara lain perkembangan geopolitik, dinamika politik Amerika Serikat menjelang pemilu sela pada November, serta kebijakan bank sentral Amerika Serikat.
Ibrahim menilai meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan konflik Rusia-Ukraina berpotensi meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.
Selain itu, perkembangan kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat juga menjadi perhatian pasar. Ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter AS dinilai dapat memicu volatilitas di pasar keuangan global dan mendorong minat terhadap logam mulia.
Di sisi lain, Ibrahim memperkirakan nilai tukar Rupiah berpotensi kembali berada di atas Rp18.000 per dolar AS. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan tambahan terhadap harga logam mulia di pasar domestik.
"Nah kalau rupiah kembali di atas Rp18.000, sangat wajar kalau seandainya harga logam mulia itu akan menuju di level Rp2.820.000 per gram," katanya.
Sementara itu, dari sisi teknikal, Ibrahim memperkirakan harga logam mulia pekan depan berada dalam rentang Rp2,62 juta hingga Rp2,82 juta per gram.
Jika mengalami koreksi, harga logam mulia diperkirakan memiliki support pertama di Rp2,744 juta per gram. Apabila tekanan berlanjut, level support berikutnya berada di Rp2,62 juta per gram.
Sebaliknya, jika harga kembali menguat, level Rp2,784 juta menjadi resistance pertama yang perlu ditembus sebelum berpotensi menuju resistance kedua Rp2,82 juta per gram.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.