Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mendag Buka Suara soal Beras Premium Langka di Retail Modern

Tangguh Yudha , Jurnalis-Selasa, 22 September 2026 |18:37 WIB
Mendag Buka Suara soal Beras Premium Langka di Retail Modern
Mendag (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso merespons kelangkaan beras premium di retail modern. 

Dia mengatakan pemerintah telah menyepakati penyaluran beras oleh Perum Bulog ke jaringan ritel modern.

"Ya, kan kemarin sudah dari Pak Kepala Bapanas juga, kemudian dari Bulog kan akan mensuplai, ya, beras," kata Menteriyang akrab disapa Busan itu di sela acara soft launching platform digital InaExport di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Saat ditanya mengenai beras Bulog yang hingga kini belum tersedia di sejumlah supermarket, Budi mengatakan pihaknya akan kembali mengomunikasikan persoalan tersebut.

"Beras nanti coba kami komunikasikan, ya. Tapi kemarin kan sudah disepakati akan mensuplai beras di ritel modern," tegasnya.

Sebelumnya, kelangkaan beras premium terjadi di sejumlah retail modern. Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman telah memerintahkan Perum Bulog untuk menambah pasokan beras ke ritel modern.

Tambahan pasokan tersebut mencapai 300 ribu ton. Amran bahkan menyebut jumlah itu dapat ditambah jika diperlukan.

 

“Sudahlah kalau 200 (ribu ton) 300 ribu (ton), berasnya banyak. Ya you aja sampaikan bahwa diperintahkan tulis judulnya, Kepala Bapanas memerintahkan Bulog 300 ribu (ton) bila perlu kali tiga,” kata Amran.

Menurutnya, penambahan pasokan dilakukan karena cadangan beras pemerintah masih dalam jumlah besar. Stok beras pemerintah saat ini disebut berada di kisaran 4,6 juta hingga 5 juta ton.

"Kami sudah perintahkan Bulog. Berasnya banyak, kurang lebih 5 juta ton, 4,6 (juta ton) hari ini. Kita sewa gudang 2 juta ton. Udah, kita kirim. Beras aman," ujar Amran.
binti

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement