Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Intip Hasil Pertemuan Tertutup Suahasil dengan Gubernur BI Destry

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 24 September 2026 |20:19 WIB
Intip Hasil Pertemuan Tertutup Suahasil dengan Gubernur BI Destry
Menteri Keuangan Suahasil Nazara melakukan pertemuan khusus dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. (Foto ;Okezone.com/IMG)
A
A
A

JAKARTA — Menteri Keuangan Suahasil Nazara melakukan pertemuan khusus dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti di Kantor Pusat BI, Jakarta, sore ini. Diskusi tertutup antara dua pimpinan otoritas fiskal dan moneter tersebut berlangsung intensif hingga memakan waktu lebih lama dari jadwal yang ditentukan.

Keterlambatan konferensi pers yang semula dijadwalkan pukul 16.00 WIB dan baru dimulai sekitar pukul 17.25 WIB sempat diwarnai kelakar dari Gubernur BI.

"Sebelumnya mohon maaf karena agak terlambat 26 menit karena tadi agak alot diskusinya," kata Destry, Kamis (24/9/2026).

Destry mengatakan pertemuan tersebut pada dasarnya merupakan agenda silaturahmi biasa pascapelantikan mereka oleh Kepala Negara.

Meski demikian, pembahasan berkembang secara mendalam dan mencakup sejumlah isu strategis guna memperkuat fondasi perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.

"Ini kita membahas likuiditas, strategi penerbitan surat berharga pemerintah, dan SRBI di BI dan beberapa isu lainnya," ungkap Destry.

Dari hasil pertemuan tersebut, Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menyepakati penguatan kerangka sinergi kebijakan yang dirumuskan ke dalam lima pilar utama.

"Kita dalam sinergi akan menggunakan lima pilar," kata Destry.

Rincian lima pilar kolaborasi fiskal-moneter tersebut meliputi:

Pertama, optimalisasi pertumbuhan ekonomi dengan memaksimalkan instrumen kebijakan fiskal dan moneter secara terpadu guna menopang laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Kedua, penguatan sektor eksternal untuk menjaga stabilitas dari potensi gejolak eksternal pada sektor perdagangan dan aliran modal asing (capital inflows).

"Untuk mendorong masuknya aliran modal asing ini kita coba sinergikan, termasuk kebijakan kita terkait insentif yang kita berikan untuk biaya hedging untuk dana asing yang masuk ke pasar domestik kita, maka kita gunakan underlying untuk pembelian SBN juga termasuk SRBI, saham, dan pinjaman luar negeri," ujar Destry.

Ketiga, pengelolaan likuiditas perekonomian untuk memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang, perbankan, dan sektor riil, termasuk merespons dinamika perebutan dana yang memicu kenaikan beban biaya dana (cost of fund).

"Karena ada fenomena tingginya suku bunga deposito di bank-bank sehingga itu mendorong cost of fund. Dan Menteri Keuangan melihat ini kalau terkait BLU dari pemerintah tentu ada satu imbauan untuk tidak jor-joran dalam permintaan suku bunga, ini kita bicarakan juga," ujarnya.

Keempat, pengendalian inflasi dengan memperkuat koordinasi penanganan inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID).

Kelima, pendalaman pasar keuangan, yakni mempercepat pendalaman pasar uang demi memperlancar transmisi kebijakan serta memperluas basis pembiayaan pertumbuhan ekonomi.

Destry menegaskan bahwa perumusan kerangka kerja tersebut mencerminkan keselarasan pandangan antara bank sentral dan Kementerian Keuangan dalam mengawal stabilitas ekonomi.

"Lima pokok yang kami sampaikan ternyata sesuai juga dengan concern dari Menteri Keuangan," tutur Destry.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement