Emas dunia ditransaksikan dalam satuan dolar AS. Jika mata uang tersebut melemah, maka otomatis membuat harga emas lebih terjangkau bagi pemegang mata uang selain dolar.
Alhasil, berpotensi memicu lonjakan permintaan. Bagi pasar domestik, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pun memegang peran ganda yang krusial.
Pelemahan yang terjadi pada rupiah menjadikan harga emas lokal mengalami kenaikan signifikan demi mengompensasi penurunan nilai mata uang dalam negeri.
Padahal, di saat yang sama harga emas di pasar dunia sebenarnya justru sedang berada dalam kondisi stabil atau bahkan menurun.
2. Inflasi dan Risiko Resesi
Saat tingkat inflasi melonjak tinggi dan daya beli mata uang fiat merosot, daya tarik emas sebagai pelindung nilai (hedging) akan meningkat tajam.
Pasalnya, emas dipandang mempunyai nilai intrinsik nyata yang kebal terhadap laju inflasi maupun ancaman resesi ekonomi.
Hal ini menjadikannya pilihan bagi para investor untuk mengamankan sekaligus melindungi kekayaan mereka agar tidak tergerus krisis.