Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Emas Bergejolak, Trader Diminta Waspadai Risiko dan Trading Ilegal

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 01 Oktober 2026 |13:02 WIB
Harga Emas Bergejolak, Trader Diminta Waspadai Risiko dan Trading Ilegal
Masyarakat yang ingin berinvestasi di pasar emas diharapkan memahami risiko dan menyiapkan strategi sebelum bertransaksi. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Masyarakat yang ingin berinvestasi di pasar emas diharapkan memahami risiko dan menyiapkan strategi sebelum bertransaksi saat pasar sedang bergejolak. Harga emas spot ditutup di level USD4.184,8 per troy ons, naik 1,7% dari hari sebelumnya setelah terpangkas 4,13% dalam sepekan dan 5,79% dalam sebulan.

"Saat harga bergerak beberapa persen dalam hitungan hari, trader yang tidak memahami risikonya paling mudah mengalami kerugian," ujar CEO Invetra, Jufri Ramadhan Sinurat, Kamis (1/10/2026).

Jufri juga mengingatkan maraknya penawaran trading ilegal. Sepanjang 2024, Bappebti memblokir 1.046 domain situs web entitas ilegal di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK).

"Langkah pertama sebelum membuka akun di mana pun adalah memeriksa izin pialang melalui situs resmi Bappebti. Setelah itu, pahami bahwa transaksi derivatif berisiko tinggi dan hanya gunakan dana yang siap Anda tanggung risikonya," ujar Jufri.

Legalitas pialang berjangka dapat diperiksa melalui situs resmi Bappebti. Pencapaian dalam kompetisi trading dan kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang.

Sementara itu, juara dunia trading asal Malaysia, Dato' Dr. Nazri Khan, menyampaikan bahwa pendekatan tersebut hanya dapat dijalankan dengan disiplin karena keputusan harus diambil dengan cepat tanpa terbawa emosi. Ia juga menyoroti faktor waktu, sebab tidak semua jam perdagangan cocok untuk scalping.

"Karena itu, trader perlu mengenali periode pasar yang paling aktif serta menentukan titik masuk dan keluar sebelum membuka posisi," ujarnya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement