Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harta Kekayaan 2 Wamenkeu Baru, Siapa Paling Banyak?

Anggie Ariesta , Jurnalis-Jum'at, 02 Oktober 2026 |07:42 WIB
Harta Kekayaan 2 Wamenkeu Baru, Siapa Paling Banyak?
Presiden Prabowo Subianto melantik Luky Alfirman jadi Wamenkeu. (Foto: Okezone.com/IMG)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melantik Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. Keduanya melengkapi jajaran pimpinan Kementerian Keuangan untuk mendampingi Menteri Keuangan Suahasil Nazara serta Wamenkeu Juda Agung.

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 2025 yang dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Februari 2026 (posisi per 31 Desember 2025), berikut rincian kekayaan masing-masing pejabat.

Harta Kekayaan Luky Alfirman

Luky Alfirman, mantan Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, mencatatkan total harta kekayaan bersih sebesar Rp52.827.928.569 tanpa catatan utang.

Porsi terbesar kekayaannya tersimpan dalam instrumen kas dan setara kas senilai Rp23.099.474.305 (43,7 persen dari total harta), diikuti kepemilikan surat berharga senilai Rp15.034.806.720 (28,5 persen), serta aset tanah dan bangunan sebesar Rp13.000.000.000 (24,6 persen).

Aset properti Luky terdiri atas tiga bidang tanah dan bangunan hasil sendiri yang tersebar di Jakarta Selatan (senilai Rp4,5 miliar dan Rp5,5 miliar) serta Kota Bandung (senilai Rp3 miliar).

Untuk alat transportasi, Luky melaporkan empat unit mobil dengan nilai total Rp550.000.000, yakni Toyota Avanza (2023), Honda Accord (2013), Honda City (2014), dan Honda Jazz (2012). Selain itu, ia juga mencatatkan harta bergerak lainnya sebesar Rp205.000.000 dan harta lainnya senilai Rp938.647.544.

Harta Kekayaan Nurkholisoh Ibnu Aman

Nurkholisoh Ibnu Aman melaporkan total nilai harta kotor sebesar Rp6.392.808.000. Setelah dikurangi kewajiban utang sebesar Rp1.691.300.000 (sekitar 26,5 persen dari total harta kotor), nilai kekayaan bersihnya tercatat sebesar Rp4.701.508.000.

Komponen terbesar kekayaannya berada pada aset tanah dan bangunan senilai Rp3.420.008.000 (53,5 persen), disusul kas dan setara kas sebesar Rp2.910.000.000 (45,5 persen).

Nurkholisoh melaporkan tujuh bidang tanah dan bangunan, termasuk di Kota Tangerang, aset terbesar di Jakarta Pusat senilai Rp1,61 miliar, dua aset warisan di Kota Magelang, serta satu aset warisan berupa tanah dan bangunan di luar negeri senilai Rp715.000.000.

Pada pos alat transportasi dan mesin, ia mencatatkan satu unit sepeda merek Polygon tahun 2017 senilai Rp800.000, harta bergerak lainnya sebesar Rp62.000.000, serta nihil untuk kepemilikan surat berharga.

Berdasarkan LHKPN periodik 2025, Luky Alfirman mencatatkan harta kekayaan bersih yang jauh lebih besar dibandingkan Nurkholisoh Ibnu Aman. Kekayaan bersih Luky yang mencapai Rp52,82 miliar tercatat sekitar 11,2 kali lipat dari total kekayaan bersih Nurkholisoh yang berada di angka Rp4,70 miliar.

Dari sisi profil kewajiban, Luky tercatat tidak memiliki utang, sedangkan Nurkholisoh melaporkan kewajiban utang sebesar Rp1,69 miliar.

Struktur komposisi aset utama kedua pejabat ini juga menunjukkan perbedaan yang signifikan.

Aset Luky didominasi instrumen likuid berupa kas dan setara kas sebesar Rp23,09 miliar serta surat berharga senilai Rp15,03 miliar.

Sementara itu, porsi terbesar kekayaan Nurkholisoh tersimpan pada kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp3,42 miliar serta kas dan setara kas sebesar Rp2,91 miliar, tanpa mencatatkan kepemilikan surat berharga.

Adapun pada pos alat transportasi, Luky melaporkan empat unit mobil dengan total nilai Rp550 juta, sedangkan Nurkholisoh hanya mencatatkan satu unit sepeda merek Polygon senilai Rp800 ribu.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement