Djoko menambahkan, peningkatan kapasitas infrastruktur harus menjadi bagian dari solusi jangka panjang. Pengembangan dan peningkatan kapasitas dermaga yang sedang dilakukan perlu dilihat sebagai upaya jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas dan keandalan lintasan. Namun pembangunan infrastruktur tetap harus diikuti perbaikan pengaturan lalu lintas, pola operasi, dan manajemen kendaraan dari hulu.
Dia mengungkapkan, pelabuhan merupakan infrastruktur strategis yang harus dijaga operasionalnya. Sebagai bagian dari objek vital nasional dan simpul utama konektivitas Jawa-Bali, akses keluar-masuk pelabuhan perlu dijaga agar pelayanan kepada masyarakat dan distribusi logistik tidak terganggu.
“Aksi massa yang menghambat akses pelabuhan berdampak luas. Dampaknya bukan hanya terhadap aktivitas pelabuhan, tetapi juga perjalanan masyarakat, distribusi logistik, dan konektivitas Jawa-Bali. Hak menyampaikan aspirasi tetap harus dihormati, tetapi jangan sampai melumpuhkan pelayanan publik,” kata Djoko.
Dia juga menyakini bahwa aksi massa seharusnya bisa diantisipasi. Bahkan jika informasi mengenai rencana aksi sudah diketahui, perlu pengamanan, rekayasa lalu lintas, jalur alternatif, dan koordinasi antar instansi agar tidak berkembang menjadi kemacetan panjang.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.