Menanggapi target agresif pemerintah, bank sentral menyatakan kesiapannya untuk terus menyelaraskan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial tanpa mengabaikan aspek kehati-hatian. BI memastikan penyaluran likuiditas melalui mekanisme pengurangan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan akan terus dipantau agar tepat sasaran ke sektor perumahan.
"Pelonggaran likuiditas makroprudensial ini kami rancang agar perbankan tidak ragu menyalurkan pembiayaan ke sektor prioritas seperti perumahan rakyat yang memiliki keterkaitan hulu dan hilir sangat kuat. BI akan terus memperkuat sinergi dengan Kementerian PKP agar sisa ruang likuiditas yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh perbankan hingga akhir tahun," tegas Destry.
Kementerian PKP mengutarakan penyesuaian instrumen moneter dan percepatan likuiditas perbankan ini dapat memecah kebuntuan serapan FLPP pada sisa kuartal IV-2026.
"Sektor perumahan ini dipersiapkan untuk membuka lapangan kerja secara luas, mulai dari penyerapan puluhan ribu tukang bangunan hingga jutaan tenaga pemasar yang tergabung dalam asosiasi broker properti. Dengan dukungan likuiditas dari Bank Indonesia, kami yakin tantangan pembiayaan perumahan rakyat dapat dituntaskan secara bersama-sama," urai Maruarar.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.