Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tangani Tumpahan Minyak di Laut, Begini Cara RI-Filipina dan Jepang

Taufik Fajar , Jurnalis-Minggu, 11 Oktober 2026 |23:42 WIB
Tangani Tumpahan Minyak di Laut, Begini Cara RI-Filipina dan Jepang
Cara Atasi Tumpahan Minyak di Laut (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Indonesia, Filipina dan Jepang mempunyai cara untuk menangangi tumpahan minyak di laut.

Latihan penanggulangan pencemaran laut internasional atau Marine Pollution Exercise (Marpolex) digelar pada 8-12 Oktober 2026 di perairan Bitung, Sulawesi Utara.

Dengan lebih dari 200 personel terlatih, lebih dari 40.000 meter oil boom atau penghalang minyak, serta pangkalan operasional yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Sebagai pusat penanggulangan tumpahan minyak terbesar di Indonesia dan Asia, OSCT Indonesia berperan mendukung penguatan kesiapan nasional dalam menghadapi insiden pencemaran laut. 

Dalam kegiatan tersebut perusahaan ini bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Pelindo dalam latihan regional yang melibatkan Indonesia, Philippine Coast Guard, dan Japan Coast Guard.

Kapasitas operasional OSCT Indonesia didukung lebih dari 200 personel terlatih yang siap dikerahkan untuk menangani insiden tumpahan minyak di berbagai wilayah Nusantara. Perusahaan juga memiliki lebih dari 40.000 meter oil boom yang disiagakan di gudang untuk mendukung operasi penanggulangan tumpahan minyak.

Peralatan tersebut dirancang untuk membatasi penyebaran minyak di permukaan air sehingga dampak pencemaran terhadap ekosistem laut dan kawasan pesisir dapat diminimalkan. 

 

Dengan dukungan personel dan peralatan yang disiagakan selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan, OSCT Indonesia menjaga kesiapan operasional untuk mendukung penanganan insiden di berbagai kawasan maritim, mulai dari pelabuhan hingga perairan lepas pantai.

Namun, penanggulangan tumpahan minyak tidak hanya bergantung pada ketersediaan peralatan dan personel. Koordinasi antarlembaga, kesiapan prosedur, serta kemampuan bekerja sama dalam situasi darurat menjadi faktor penting, terutama ketika pencemaran laut berpotensi melintasi batas wilayah negara.

Karena itu, keterlibatan OSCT Indonesia dalam Marpolex tidak sebatas dukungan operasional. Perusahaan tersebut tercatat berpartisipasi dalam setiap pelaksanaan Marine Pollution Exercise untuk menguji prosedur penanganan pencemaran, berbagi pengalaman.

Serta memperkuat koordinasi dengan otoritas maritim dan penjaga pantai di kawasan regional.

General Manager Pelindo Regional 4 Bitung, Capt James David Hukom, menjelaskan rangkaian  itu dirancang untuk tiga jenis keadaan darurat sekaligus, kebakaran di kapal atau fasilitas pelabuhan, kecelakaan yang mengancam keselamatan jiwa dan pencemaran minyak. 

"Skenario kegiatan ini nanti kurang lebih seperti itu. Jadi latihan ini sekaligus membuktikan peralatan kami benar-benar berfungsi, bukan pajangan,” ujar James dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/10/2026).

Kemampuan tersebut tidak terkunci di Bitung. Lewat Pelindo Emergency and Oil Spill Combat Team, paket peralatan dan personel terlatih siap dimobilisasi ke pelabuhan mana pun di Indonesia untuk keadaan darurat kebakaran, keselamatan, hingga penanggulangan pencemaran. 

Dan di balik semua mesin itu, James menaruh perhatian paling besar pada manusia. "Target zero accident ditanamkan lewat drill rutin, bukan sekadar spanduk di dinding," pungkasnya.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement