JAKARTA - Memilih Payment Gateway tidak jarang membuat bingung, karena banyak penyedia yang menawarkan fitur serupa dan klaim yang relatif sama sama. Membandingkan semua pilihan sekaligus justru bisa membuat Anda bingung dan sulit menentukan mana yang cocok untuk bisnis Anda.
Sebaiknya, mulailah dengan menjawab beberapa pertanyaan penting tentang bisnis Anda agar keputusan lebih cepat dan tepat. Misalnya, apakah bisnis Anda sudah punya situs web atau belum? Atau bagaimana profil pembeli Anda dan berapa rata-rata nilai transaksi? Selain itu, ada beberapa cara lain yang bisa Anda lakukan untuk menentukan Payment Gateway. Berikut ulasannya.
Pertanyaan pertama yang mesti Anda jawab adalah apakah bisnis Anda sudah punya situs web, aplikasi, atau halaman pembayaran sendiri. Ini akan langsung mempersempit pilihan produk Payment Gateway yang sesuai. Jika belum punya website maupun aplikasi, pilihan seperti Payment Link dan Digital Catalog sudah cukup untuk mulai menerima pembayaran.
Kalau situs web sudah tersedia tapi belum ada halaman pembayarannya, layanan seperti DOKU Checkout bisa menjadi solusi karena menyediakan halaman pembayaran siap pakai. Untuk yang menggunakan platform e-commerce populer seperti Shopify, WooCommerce, atau Magento, biasanya ada plugin yang mudah dipasang tanpa perlu coding dengan biaya platform sangat kecil, sekitar 0,2 persen.
Mengetahui rata-rata nilai transaksi pelanggan sangat penting agar Anda bisa memilih metode pembayaran yang paling hemat biaya. Contohnya, metode Virtual Account biasanya mengenakan biaya tetap Rp4.000 tanpa memperhitungkan nilai transaksi, jadi lebih menguntungkan untuk transaksi besar.
Sedangkan metode yang menggunakan biaya persentase seperti QRIS dengan tarif 0,7 persen, atau e-Wallet seperti DOKU e-Wallet dan DANA yang sekitar 1,5 persen, OVO 2 persen-3,18 persen, ShopeePay 2 persen-4 persen, dan LinkAja dengan kisaran 2 persen-3,5 persen atau biaya minimum Rp2.500, lebih efisien dipakai untuk transaksi kecil.
Untuk gambaran, apabila transaksi sebesar Rp50.000, biaya Rp4.000 setara dengan 8 persen. Jadi, sesuaikan jenis pembayaran berdasarkan pola transaksi bisnis Anda.
Karakter pembeli juga menentukan instrumen pembayaran yang wajib disediakan. Jika pasar Anda adalah pelanggan lokal, metode seperti Virtual Account di 14 bank, QRIS, e-Wallet, dan pembayaran lewat minimarket seperti Alfamart, Alfamidi, Indomaret, Lawson, serta Dan+Dan sudah mencakup kebutuhan mayoritas.
Namun, jika pelanggan utama adalah wisatawan asing, kartu internasional seperti Visa, Mastercard, JCB, dan American Express wajib tersedia. Selain kartu internasional, ada juga opsi QRIS untuk negara-negara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand, dengan biaya 0,7 persen.
Salah satu aspek terpenting namun sering luput diperhatikan adalah legalitas dan keamanan penyedia Payment Gateway. Pastikan penyedia tersebut memegang lisensi PJP Kategori 1 yang mencakup berbagai aktivitas penting seperti Gerbang Pembayaran, Remitansi, Uang Elektronik, dan Dompet Digital, serta aktivitas QRIS.
Selain izin, periksa juga sertifikasi keamanan yang dimiliki seperti AES 256 (standar enkripsi data), PCI DSS (standar keamanan kartu pembayaran), dan ISO/IEC 27001 (standar sistem manajemen keamanan informasi).
Salah satu contoh penyedia yang memenuhi semua syarat ini adalah DOKU. Hal ini karena mereka sudah terdaftar resmi di Kementerian Keuangan, Komdigi, dan Dukcapil, menjadi anggota AFTECH, serta beroperasi sejak 2007.
Selain tarif per transaksi, Anda perlu mengetahui kapan dan bagaimana biaya dikenakan oleh penyedia Payment Gateway. Pertanyaan utama yang harus diajukan adalah apakah ada biaya setup, biaya bulanan, dan apakah biaya hanya dikenakan untuk transaksi yang berhasil.
DOKU contohnya, tidak mengenakan biaya setup maupun biaya bulanan untuk layanan payment gateway-nya. Di DOKU, biaya hanya dihitung ketika transaksi berhasil diproses.
Bingung memilih penyedia payment gateway sering terjadi karena membandingkan terlalu banyak hal sekaligus. Namun, dengan menjawab lima pertanyaan penting tentang kesiapan teknis, nilai transaksi, profil pembeli, legalitas penyedia, dan struktur biaya, pilihan Anda akan lebih fokus dan sesuai kebutuhan.
Lebih dari itu, memilih penyedia yang menawarkan solusi beragam memberi ruang untuk beradaptasi seiring perkembangan bisnis tanpa harus berganti mitra.
Jika Anda sedang mencari payment gateway yang lengkap dan terpercaya, pertimbangkan untuk menjajal layanan DOKU sebagai mitra pembayaran bisnis Anda. DOKU adalah perusahaan fintech pembayaran yang menyediakan berbagai solusi keuangan digital bagi bisnis.
DOKU menawarkan solusi B2B seperti Wallet as a Service yang mencakup Embedded Wallet dan Sub Account, serta Payouts untuk kebutuhan disbursement dan remittance. Tidak hanya itu, DOKU juga menghadirkan DOKU e-Wallet sebagai dompet digital yang memudahkan transaksi pengguna akhir secara praktis.
Dengan tersedianya berbagai metode, legalitas lengkap, dan struktur biaya yang transparan, Anda dapat fokus mengembangkan bisnis tanpa khawatir soal pembayaran digital.
(Agustina Wulandari )
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.