“Artinya, Indonesia sudah bisa melakukan industrialisasi dari sumber daya alam yang tidak kita miliki. Namun, industrialisasi ini merupakan bagian dari ekosistem yang lebih lengkap,” kata Septian.
Septian menilai peningkatan ekspor produk hilirisasi tersebut menjadi capaian positif selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo. Selain memperkuat sektor industri, pertumbuhan ekspor juga berpotensi menambah devisa Indonesia.
“Jadi, ini merupakan prestasi yang kami sampaikan kepada Bapak Presiden. Selama dua tahun pemerintahan beliau, ekspor hilirisasi kita meningkat sekitar 45 persen,” ujarnya.
Ke depan, DEN memperkirakan nilai ekspor produk aluminium masih berpotensi meningkat hingga melampaui USD10 miliar. Proyeksi tersebut sejalan dengan bertambahnya investasi dalam pembangunan smelter aluminium baru di Indonesia.
“Ini juga akan menjadi sumber tambahan devisa yang sangat baik bagi Indonesia. Ke depannya, kami memperkirakan ekspor aluminium bisa melampaui USD10 miliar seiring dengan penambahan investasi pada smelter-smelter aluminium baru di Indonesia,” pungkasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.