JAKARTA – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mengerahkan 11 unit oil boom untuk mengantisipasi potensi pencemaran laut akibat insiden kapal motor penumpang (KMP) Batumandi di perairan Selat Sunda pada Selasa 20 Oktober 2026. Langkah ini untuk membatasi kemungkinan penyebaran tumpahan bahan bakar di sekitar kapal selama proses penanganan berlangsung.
PTK juga menyiagakan personel tanggap darurat dan satu kapal tugboat guna mendukung penanganan insiden tersebut. Tim dari Marine Tanjung Sekong dan Marine Tanjung Gerem dikerahkan untuk membantu penanganan di lokasi kejadian.
Vice President Legal & Relations PTK, Amran Reza, mengatakan tim bergerak setelah menerima informasi mengenai insiden tersebut dan berkoordinasi dengan pihak berwenang.
Selain membantu proses evakuasi, tim juga memasang oil boom atau penghalang terapung untuk mengantisipasi potensi ceceran bahan bakar agar tidak menyebar ke perairan sekitar.
"Kami turut prihatin dengan insiden yang terjadi di Selat Sunda. Berdasarkan koordinasi dengan pihak yang berwenang, terlebih karena lokasi kejadian berdekatan dengan operasional PTK, maka Tim PTK dari Marine Tanjung Sekong dan Marine Tanjung Gerem segera bersiaga dan merespons ke lokasi kejadian," ujar Amran, Kamis (22/10/2026).