Ia menjelaskan, PTK menyiapkan 11 oil boom tipe permanen dengan total panjang 265 meter, empat oil boom tipe sea boom, serta personel penanganan tumpahan minyak atau oil spill response. Perusahaan juga mengerahkan satu kapal tugboat beserta kru dan personel maritim lainnya.
Menurut Amran, kesiapsiagaan tim difokuskan pada dukungan penanganan kapal, pemantauan posisi oil boom, serta penjagaan kesiapan armada dan personel di sekitar lokasi kejadian.
Sejak Selasa (20/10/2026) sore, tim Marine PTK masih bersiaga di sekitar lokasi dengan perlengkapan kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan atau Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) kemaritiman.
Amran menegaskan, keterlibatan PTK merupakan bagian dari penerapan standar HSSE perusahaan sekaligus upaya mendukung perlindungan lingkungan laut. Ia juga mengapresiasi koordinasi otoritas maritim dan instansi terkait dalam penanganan insiden tersebut.
"Kesiapsiagaan dan aspek HSSE merupakan wujud komitmen PTK dalam turut menjaga sektor kemaritiman. PTK juga mengapresiasi gerak cepat dari berbagai otoritas maritim dan instansi terkait, sehingga evakuasi penumpang dan kru kapal berjalan lancar, serta upaya pemulihan di lokasi berjalan aman dan terpadu," ungkap Amran.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.