Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah mempertimbangkan untuk menghentikan atau tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga apabila kebutuhan domestik belum terpenuhi.
Bahlil menegaskan, ketahanan energi harus menjadi pertimbangan utama dalam menghadapi dinamika geopolitik global, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi kalau negara lain ada pandangan lain untuk kita, hati-hati. Saya juga mungkin memikirkan untuk gas saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga karena harus survival, harus penuhi kebutuhan dalam negeri,” tegasnya.
Kebijakan ini menandai penegasan prioritas energi nasional. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengalihan gas benar-benar memperkuat pasokan listrik domestik tanpa mengabaikan kepastian kontrak dan kepercayaan mitra dagang.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.