Advertisement
Advertisement

Polemik Ekspor Gas, Bahlil Minta Singapura Saling Menghargai 

Tangguh Yudha , Jurnalis-Senin, 26 Oktober 2026 |15:14 WIB
Polemik Ekspor Gas, Bahlil Minta Singapura Saling Menghargai 
Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)
A
A
A

"Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Dan saya juga minta kepada pihak-pihak lain untuk menghargailah. Sangat menghargailah, ya, dan jangan ajari kami khususnya Kementerian ESDM tentang menghargai kontrak. Saya paham betul tentang kontrak itu," ujarnya.

Lebih jauh, Bahlil menjelaskan bahwa total pasokan gas bumi Indonesia melalui pipa ke Singapura mencapai 409,55 juta standar kaki kubik per hari atau million standard cubic feet per day (MMSCFD). Pasokan tersebut berasal dari dua wilayah, yakni Laut Natuna dan Sumatera.

Dari total ekspor tersebut, pemerintah hanya mengurangi pasokan sebesar 31 MMSCFD atau sekitar 8 persen. Bahlil memastikan pengurangan itu masih sesuai dengan ketentuan kontrak yang berlaku.

"Negara kita adalah negara yang menghargai kontrak aturan. Jadi jangan ajari Indonesia terhadap komitmen untuk menjaga menghargai kontrak. 31 MMSCFD yang kita potong itu adalah masih di batas kontrak minimum," ucapnya.

Ia menjelaskan, batas minimum penyaluran gas dalam kontrak berada di kisaran 91 hingga 92 persen. Dengan demikian, pengurangan pasokan sekitar 8 persen dinilai belum melanggar kesepakatan.

"Batas kontrak minimum kita itu adalah sekitar 91 sampai 92 dan kita baru sekitar 8 persen, terkecuali kita potong 10 persen, ah itu baru kita melanggar kontrak," jelasnya.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement