Kinerja Keuangan
(Dalam Juta Rupiah kecuali dinyatakan lain dalam Laba per Saham)
*Termasuk fasilitas pinjaman back-to-back yang dijamin dengan penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Perseroan.
PTBA membukukan pendapatan usaha sebesar Rp35,20 triliun hingga September 2026, meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) sebesar 18 persen secara tahunan, sejalan dengan penguatan harga batu bara global yang tercermin dari kenaikan indeks Newcastle dan ICI-3 masing-masing sebesar 25 persen dan 26 persen secara tahunan.
Penguatan harga jual tersebut mampu mengimbangi penurunan volume penjualan sebesar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi komposisi penjualan, pasar domestik berkontribusi sebesar 52 persen terhadap total volume penjualan, sementara pasar ekspor menyumbang 48 persen. Adapun lima negara tujuan ekspor terbesar Perseroan meliputi Bangladesh, Vietnam, India, Kamboja, dan Thailand.
Beban pokok pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp27,94 triliun, meningkat sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut antara lain dipengaruhi oleh peningkatan harga bahan bakar sebesar 36 persen secara tahunan, yang berdampak pada biaya operasional penambangan dan pengangkutan batu bara.