JAKARTA – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mengumumkan kinerja keuangan konsolidasian untuk periode sembilan bulan pertama yang berakhir pada 30 September 2026 (9M26) ke BEI/OJK.
Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan mengatakan, “Di tengah dinamika industri batu bara dan tantangan operasional sepanjang tahun 2026, PTBA berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III 2026.”
“Pencapaian ini didukung oleh pemulihan produksi yang semakin baik pada kuartal III, optimalisasi bauran penjualan dengan memanfaatkan momentum penguatan harga batu bara, serta pengelolaan biaya dan operasional yang disiplin,” ujarnya.
Ke depan, imbuhnya, Perseroan akan terus memperkuat efisiensi di seluruh rantai bisnis, mengoptimalkan peluang pasar domestik dan ekspor, serta memastikan pengembangan infrastruktur logistik dapat segera berjalan agar mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
PTBA membukukan laba bersih sebesar Rp4,41 triliun dan EBITDA sebesar Rp7,19 triliun, dengan net profit margin dan EBITDA margin berturut-turut di angka 13 persen dan 20 persen.
PTBA mencatatkan pemulihan kinerja operasional pada kuartal III-2026, yang ditandai oleh peningkatan kinerja secara QoQ, baik dari sisi produksi (naik 17 persen) maupun penjualan (naik 2 persen). Selain itu, harga jual rata-rata (ASP) juga naik 7 persen secara QoQ dan 18 persen secara YoY.
Kinerja Operasional
(Dalam Ton kecuali dinyatakan lain dalam Stripping Ratio)