Advertisement
Advertisement

Laba PTBA Melonjak Tiga Kali Lipat, Capai Rp4,41 Triliun hingga Triwulan III 2026  

Agustina Wulandari , Jurnalis-Kamis, 29 Oktober 2026 |22:05 WIB
Laba PTBA Melonjak Tiga Kali Lipat, Capai Rp4,41 Triliun hingga Triwulan III 2026  
Ilustrasi kinerja keuangan konsolidasian PTBA. (Foto: dok PTBA)
A
A
A

Namun demikian, dampak kenaikan biaya bahan bakar dapat diimbangi oleh penurunan  stripping ratio dari 5,98x menjadi 5,59x, serta penurunan volume produksi dan angkutan  batu bara masing-masing sebesar 4 persen dan 10 persen secara tahunan. Kondisi tersebut turut  mendukung pengendalian beban pokok pendapatan Perseroan sepanjang periode  berjalan. 

Sementara itu, beban operasional meningkat sebesar Rp266,77 miliar atau 13 persen secara  tahunan, sejalan dengan perkembangan aktivitas operasional sepanjang periode berjalan.   

Penghasilan Keuangan, Biaya Keuangan, dan Bagian atas Laba Neto Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama  

Penghasilan keuangan Perseroan meningkat 16 persen secara tahunan menjadi Rp183,50 miliar,  terutama didukung oleh peningkatan penempatan deposito berjangka, termasuk dalam  rangka pengelolaan likuiditas dan penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) sesuai dengan  ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 

Di sisi lain, biaya keuangan menurun 45 persen secara tahunan menjadi Rp136,52 miliar, sejalan  dengan berkurangnya beban bunga setelah penyelesaian fasilitas kredit modal kerja Perseroan pada akhir 2025 yang lalu. 

Selain itu, bagian atas laba neto entitas asosiasi dan ventura bersama meningkat 75 persen  secara tahunan menjadi Rp581,31 miliar. 

Didukung oleh pertumbuhan pendapatan dan pengendalian beban pokok pendapatan,  Perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik  entitas induk sebesar Rp4,41 triliun.

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian   

Total Aset 

Hingga 30 September 2026, total aset Perseroan mencapai Rp51,55 triliun, meningkat 17 persen dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp43,92 triliun. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan deposito berjangka, piutang usaha sejalan dengan penguatan harga jual batu bara, serta kenaikan pajak dibayar di muka terkait restitusi  pajak pertambahan nilai (PPN). 

Total Liabilitas dan Ekuitas  

Total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp24,31 triliun pada 30 September 2026,  meningkat 14 persen dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp21,30 triliun.  Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan kewajiban operasional serta  penambahan pinjaman bank untuk mendukung pengembangan Proyek Tanjung Enim– Kramasan. 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement