“Pengembangan energi masa depan membutuhkan kesiapan ekosistem secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan bahan baku, sistem pengumpulan, hingga kemampuan industri dalam melakukan pengolahan. Karena itu, Pertamina terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar potensi minyak jelantah dapat dimanfaatkan secara optimal dan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat maupun industri energi nasional,” tambah Kitty.
Inisiatif ini juga sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, yaitu mengubah material yang sebelumnya dianggap sebagai limbah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat lebih luas.
Selain mendukung pengembangan energi alternatif, pengelolaan minyak jelantah yang tepat juga dapat mendorong praktik konsumsi dan produksi yang lebih bertanggung jawab.
Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekosistem pengumpulan minyak jelantah sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan SAF, Green Gasoline, dan agenda transisi energi nasional.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.