JAKARTA – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai mengumpulkan minyak jelantah dari masyarakat untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar ramah lingkungan. Melalui program percontohan bersama PT Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Koperasi, pengumpulan minyak jelantah ditargetkan mencapai 500 ribu liter dalam empat bulan.
Program tersebut mulai dijalankan di KDKMP Dawuhan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pada tahap awal, program percontohan akan melibatkan empat lokasi koperasi di Kabupaten Banyumas sebelum diperluas ke jaringan koperasi lainnya.
Melalui skema ini, koperasi berperan sebagai tempat pengumpulan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) dari masyarakat. Minyak yang terkumpul selanjutnya akan dimanfaatkan sebagai bahan baku industri energi, antara lain untuk memproduksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur dan Green Gasoline.
Peluncuran program ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Koperasi, serta penyerahan minyak jelantah secara simbolis di lokasi pengumpulan.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat rantai pasok bahan baku energi rendah karbon dengan melibatkan masyarakat dan koperasi.
Menurut Mars Ega, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan fasilitas pengolahan untuk memanfaatkan minyak jelantah menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Kilang Cilacap menjadi salah satu fasilitas yang disiapkan, kemudian akan dikembangkan di kilang lainnya, seperti Balongan, Dumai, dan Plaju.