Kemenhub menilai peningkatan jumlah penumpang harus diimbangi dengan penambahan kapasitas angkutan agar kepadatan di stasiun dan kereta dapat dikendalikan.
2. KAI Masih Harus Memenuhi Kekurangan 8 Trainset
Kemenhub meminta KAI segera merealisasikan pengadaan 35 trainset yang telah menjadi penugasan sejak 2023. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 trainset telah diimpor dari China, sedangkan 16 trainset diproduksi oleh PT Industri Kereta Api (INKA).
Dari 16 trainset produksi INKA, sebanyak tujuh trainset telah beroperasi, sementara sembilan lainnya masih dalam proses produksi. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan delapan trainset yang perlu dipenuhi KAI untuk mencapai target pengadaan 35 trainset.
"Kita tentu mengimbau kepada PT KAI untuk mempercepat pengadaan trainset dengan rangkaian lebih panjang, sehingga sekali jalan itu kan bisa mengangkut lebih banyak penumpang," ujar Allan saat ditemui di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Allan menegaskan pengadaan 35 trainset tersebut merupakan komitmen penyediaan kereta baru. Kemenhub mendorong KAI segera memenuhi kekurangan delapan trainset agar kapasitas angkutan KRL dapat meningkat.
3. KAI Telah Menerima PMN Rp8,5 Triliun Sejak 2023
Allan menjelaskan pemerintah telah mengucurkan penyertaan modal negara (PMN) kepada KAI sebesar Rp8,5 triliun selama periode 2023–2026.
Rinciannya, KAI menerima PMN sebesar Rp3,2 triliun pada 2023, Rp2 triliun pada 2024, Rp1,8 triliun pada 2025, dan Rp1,5 triliun pada 2026.