Di samping menjadi pendapatan tambahan dari berbagai program yang disediakan aplikator, Netty mengatakan menilai kemampuan perusahaan juga bisa lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan driver ketika potongan yang diambil 20 persen.
Dia mencontohkan, sebelumnya aplikator punya program untuk memberikan bantuan pendidikan kepada para mitra driver, bantuan sosial, bantuan tunai ketika hari raya idul fitri, hingga program umrah bagi driver yang beruntung.
"Kalau potongan 20 persen itu ada bantuan dari aplikator membuat diskon promo, kita diberikan bonus, kita diberikan sekolah bagi anak-anak driver. Kalau cuman 8 persen ini, mereka (aplikator) mau ambil dari mana lagi," sambungnya.
Netty mengaku, sebelum potongan 8 persen diterapkan pendapatan per harinya berada di kisaran Rp500 ribu-Rp600 ribu. Jumlah ini termasuk dari imbalan jasa pengantaran penumpang, ditambah dengan penyelesaian tugas harian yang diberikan oleh aplikator.
"Kalau dulu itu Rp500 ribu-Rp600 ribu satu hari narik, kalau sekarang itu paling Rp300 ribu lah. Kalau dulu bisa Rp500 ribu ke atas, kalau sekarang tidak bisa lagi ke atas. Itu saja perbandingannya," pungkas Netty.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.