Advertisement
Advertisement

4 Fakta Indonesia Setop Ekspor Sawit, Negara Lain Kiamat

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Minggu, 08 November 2026 |07:01 WIB
4 Fakta Indonesia Setop Ekspor Sawit, Negara Lain Kiamat
4 Fakta Indonesia Setop Ekspor Sawit, Negara Lain Kiamat (Foto: PTPN)
A
A
A

4. Hilirisasi Perkebunan

Sementara itu, Indonesia menargetkan lebih dari 90 persen ekspor komoditas perkebunan ke depan akan berbentuk produk olahan atau produk turunan. Target tersebut didorong melalui penguatan hilirisasi untuk mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan nasional.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet mengatakan bahwa saat ini sekitar 20-30 persen ekspor perkebunan Indonesia masih berupa bahan mentah. Menurutnya, komoditas sawit, kakao, dan kelapa, khususnya, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi.

“Target kita ke depan, mudah-mudahan kita bisa mencapai lebih dari 90 persen ekspor perkebunan sudah dalam bentuk produk turunan,” ungkap Wamentan Alim, Kamis (5/11/2026).

Lebih lanjut disampaikan, pemerintah telah mencanangkan program hilirisasi tujuh komoditas perkebunan unggulan sejak 2025, yakni tebu, kelapa, kopi, kakao, jambu mete, lada, dan pala. Program ini menjadi bagian dari upaya mengubah struktur industri perkebunan nasional agar tidak hanya mengandalkan penjualan bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk olahan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Dari sisi hulu, program hilirisasi tersebut mencakup perluasan, peremajaan, dan rehabilitasi perkebunan seluas sekitar 870 ribu hektare. Pelaksanaannya dimulai dari penyiapan lahan, penyediaan benih unggul bermutu, hingga penerapan praktik budidaya yang baik.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement