JAKARTA - Membaiknya pertumbuhan ekonomi di semester dua tahun ini, ada keyakinan nilai tukar rupiah terus menguat hingga akhir tahun yang mencapai Rp8.500 per USD.
"Saat ini nilai tukar semakin baik, dana asing yang masuk ke pasar modal berkisar Rp3 triliun-Rp4 triliun sehari," kata ekonom INDEF Ikhsan Modjo, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (13/8/2009).
Selain itu, sentimen dari perusahaan BUMN yaitu PT Pertamina (Persero) juga turut memberi andil dalam penguatan rupiah. "Kalau Pertamina butuh dana lagi, baru nanti akan naik lagi (rupiah)," ujarnya.
Dirinya tetap optimistis rupiah akan mencapai level Rp8.500 per USD hingga akhir 2009. "Pola-polanya sudah terlihat, terlebih lagi biasanya pada akhir tahun ada apresiasi," ujarnya.
Ikhsan menambahkan, saat ini adalah saat yang tepat bagi korporasi untuk melunasi utang-utang mereka yang berbentuk valuta asing. "Tidak perlu menunggu terlalu lama, karena sekarang saat yang tepat," ujarnya.
Lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2009 diprediksikan akan berada pada level 3,5 - 4 persen. "Saya rasa angka itu sudah aman, karena konsumsi masih bagus. Walau masih harus digenjot lagi untuk investasi dan ekspor-impor," pungkasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.