Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inflasi Ancam Daya Beli 2010

Zaenal Muttaqin , Jurnalis-Kamis, 05 November 2009 |06:48 WIB
Inflasi Ancam Daya Beli 2010
Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - Upaya pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan tahun depan bisa terancam pergerakan inflasi. Ini dikhawatirkan bisa menggerus daya beli masyarakat.

Kepala Ekonom Bank Dunia William Wallace mengatakan, perbaikan kinerja perekonomian dunia akan menyebabkan kenaikan permintaan. Hal ini tentunya akan mengerek harga-harga kebutuhan pokok. "Ke depan, tekanan inflasi akan ada karena pemulihan ekonomi dan kenaikan harga komoditas. Untuk masyarakat miskin, ini bukan berita yang baik," ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta kemarin. Wallace menuturkan, perekonomian Indonesia ke depan akan tidak stabil yang ditandai dengan harga komoditas yang berfluktuasi.

Kenaikan terutama terjadi pada jenis komoditas energi yang kebanyakan masih impor. "Indonesia yang bergantung kepada ekspor komoditas tentunya akan terpengaruh harga energi yang semakin tinggi,yang juga didorong tambahan harga karbon," tambahnya. Bank Dunia memproyeksikan, kenaikan harga komoditas dan pertumbuhan permintaan di 2010 bakal mengangkat inflasi antara 5-6 persen. Tertundanya dampak penurunan suku bunga Bank Indonesia juga diperkirakan turut menyumbang tekanan inflasi tersebut.

Selanjutnya, Bank Dunia memproyeksikan, laju inflasi indeks harga konsumen (IHK) akan bergerak di atas laju inflasi inti. IHK Indonesia tahun depan diperkirakan tumbuh 5,6 persen, di atas realisasi indeks yang sama tahun ini 4,7 persen. Indeks ini akan terus naik menjadi 6,5 persen pada 2011. Atas dasar itu, penurunan angka kemiskinan 2010 bakal lebih lambat. Berdasar skenario tinggi, angka kemiskinan bisa ditekan ke level 13,9% dari 14,2% tahun ini.Sedangkan berdasar skenario rendah, angka kemiskinan bisa ditekan jadi 13,4% dari 14,2 persen tahun ini.

Sementara,untuk tahun ini,tutur Wallace,penurunan tingkat kemiskinan bisa dilakukan hingga 14,2 persen karena tekanan inflasi tidak terlalu besar. Harga komoditas pokok seperti beras yang stabil dan program-program kemiskinan cukup membantu terjaganya daya beli masyarakat. "Inflasi terus melambat. Dengan penurunan harga bahan bakar, inflasi 2009 mencapai titik terendah. Ini kabar baik, karena kemiskinan sangat terkait dengan inflasi, terutama pangan.Ini bagus untuk pengentasan kemiskinan meski core inflation belum turun signifikan," paparnya.

Sekretaris Menteri Negara PPN/Sestama Bappenas Syahrial Loetan mengakui daya beli masyarakat tahun depan bakal menghadapi tekanan inflasi tinggi akibat pengaruh kenaikan harga-harga. "Tentu bagi kami, menjadi keharusan untuk mewaspadai agar inflasi tetap terjaga sehingga tidak sampai menggerus daya beli mereka," ujarnya. Mengantisipasi hal tersebut, jelasnya, pemerintah akan menjaga ketersediaan pasokan, pengurangan biaya transportasi barang, dan pengendalian permintaan dalam batas wajar.

"Selain kemudian otoritas moneter juga pastinya akan menggunakan perannya dalam menurunkan tekanan tersebut," jelasnya. Selain menjaga sisi daya beli secara langsung, tuturnya, pengurangan kemiskinan tahun depan juga dipastikan bakal dilakukan dengan pelaksanaan program-program pengurangan dan perlindungan untuk masyarakat miskin. Di antaranya seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat, Bantuan Operasional Sekolah,dan Jaminan Kesehatan Masyarakat.

Secara umum, Bank Dunia memperkirakan perekonomian Indonesia tahun 2010 bakal tumbuh 5,4 persen, lebih tinggi dari 4,3 persen pertumbuhan di tahun 2009. Pada 2011 selanjutnya, perekonomian bakal mencapai 6-6,5 persen. 

(Candra Setya Santoso)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement