Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Awas, Saham BNBR & BUMI Tertekan Laporan Keuangan

Candra Setya Santoso , Jurnalis-Selasa, 08 Desember 2009 |09:30 WIB
Awas, Saham BNBR & BUMI Tertekan Laporan Keuangan
Foto: Koran SI
A
A
A

JAKARTA - Laporan keuangan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang anjlok lebih dari 95 persen, diprediksi berimbas pada perdagangan perseroan dan anak usaha lainnya, terutama PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang diprediksi akan terkoreksi pada perdagangan hari ini.

"Laba bersih BNBR yang anjlok dapat mempengaruhi ke perdagangan saham BNBR itu sendiri. Selain itu, bisa berimbas ke saham favorit yaitu BUMI yang kecenderungannya terkoreksi," ujar analis Reliance Securities Gina Novrina Nasution, saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Selasa (8/12/2009).

Kendati demikian, sentimen bursa di kawasan regional yang terkoreksi juga berimbas pada perdagangan dua perusahan Bakrie tersebut begitu juga pada sejumlah saham unggulan di bursa. "Bukan kedua saham itu saja, yang lain  juga bisa melanjutkan pelemahan di saat bursa regional dan global yang juga tidak mendukung penguatan," pungkasnya.


Holding company milik keluarga Bakrie, BNBR mengalami penurunan kinerja keuangannya per 30 September 2009. Tercatat, laba bersih perseroan turun sebanyak 95,38 persen. Seperti yang tertulis dalam laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi di BEI, laba bersih perseroan per 30 September 2009 adalah sebesar Rp40,486 miliar. Sementara, pada periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) adalah sebesar Rp885,739 miliar.

Merosotnya laba bersih perseroan nampaknya karena perseroan mencatatkan penurunan pendapatan bersih sebesar Rp5,329 triliun atau turun 16,55 persen dibanding dengan periode sebelumnya yang sebesar Rp6,386 triliun. Perseroan juga mencatatkan penurunan pinjaman jangka pendek selama sembilan bulan pertama 2009 sebesar 87,55 persen menjadi Rp1,321 triliun, bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp10,612 triliun.

Sedangkan pos utang usaha pihak ketiga perseroan selama sembilan bulan pertama tahun 2009 meningkat 35,38 persen menjadi Rp1,102 triliun, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp814,47 miliar. Pos utang usaha pihak hubungan istimewa perseroan juga naik 218,85 persen menjadi Rp2,841 miliar, bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp891,47 juta. 

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement