JAKARTA - Pemerintah akan menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun depan. Diputuskan, pinjaman KUR dengan plafon di atas Rp5 juta turun menjadi 14 persen dari 16 persen. Sedangkan pinjaman Rp5 juta ke bawah dari 24 persen ke 22 persen.
Menteri Negara Koperasi dan UKM Syarif Hasan mengatakan, pemerintah tahun depan juga akan memperluas penyaluran kredit KUR.
"Ada 13 bank yang akan ikut menjadi bank penyalur KUR yang diputuskan menjadi pelaksana KUR," ujarnya di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (21/12/2009).
Saat ini ada enam bank penyalur KUR sehingga ke depannya total menjadi 19 bank. Syarif menuturkan, seluruh bank pelaksana tadi sudah berkomitmen menyalurkan KUR.
Kebanyakan dari penyalur KUR sudah berpengalaman, seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang banyak mengucurkan kredit di sektor mikro.
Penyaluran KUR tahun depan ditargetkan Rp20 triliun. Syarif menuturkan, tahun ini KUR lebih banyak disalurkan ke sektor perdagangan dan ke depan pada pertanian dan perikanan.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah berkomitmen memangkas sekurangnya empat kendala penyaluran KUR dalam lima tahun ke depan. Ini diharapkan mengatasi persoalan yang menyebabkan KUR bisa kembali tersendat seperti selama ini.
Persoalan penyaluran KUR tersebut antara lain besaran bunga kredit yang masih tinggi, sasaran kredit, persyaratan yang penjaminan ketat, dan terbatasnya bank penyalur kredit yang rata-rata bank BUMN.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.