JAKARTA - Produsen pupuk mengajukan perpanjangan izin ekspor pupuk ke Departemen Perdagangan (Depdag) hingga Februari 2010. Pasalnya, stok pupuk yang tersedia di dalam negeri masih cukup banyak.
Direktur Utama Pupuk Sriwijaya (Pusri) Holding Dadang Kodri mengatakan, izin ekspor pupuk yang diberikan Depdag akan berakhir pada 31 Desember 2009.Namun, hingga saat ini stok pupuk yang tersedia masih di atas 500.000 ton.
"Karena itu, kami meminta perpanjangan ekspor pupuk hingga Februari 2010," kata dia di Jakarta.
Menurut dia, perpanjangan izin ekspor pupuk itu tidak akan memengaruhi pemenuhan kebutuhan pupuk bersubsidi di Tanah Air. Pasalnya, stok pupuk di lini tiga, yang dialokasikan untuk pupuk bersubsidi sudah terpenuhi.
Direktur PKT Hidayat Nyakman menuturkan, pihaknya sudah bisa menyelasaikan ekspor pupuk ke sejumlah negara Asia sebelum tutup tahun. Pasalnya, pengapalan pupuk terakhir akan dilakukan pada 28 Desember 2009. Pupuk urea sebanyak 88.000 ton itu diekspor ke India, Bangladesh, Pakistan,Vietnam dan Thailand dengan harga USD300 per ton. Jika dikalkulasi, pendapatan ekspor pupuk PKT tahap ketiga ini mencapai USD26,4 juta.
Sementara itu, pendapatan yang berhasil dikumpulkan PKT pada tender ekspor pupuk tahap pertama sebanyak 50.000 ton mencapai USD12,5 juta dengan harga pupuk per ton senilai USD250.Sedangkan,pendapatan pada tender ekspor tahap kedua sebanyak 70.000 ton meningkat menjadi USD18,07 juta dengan harga pupuk per ton sebesar USD258,25. (wdI)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.