Getting time...

BUMI: Herald Tidak lagi Listing di ASX

Widi Agustian - Okezone
Jum'at, 15 Januari 2010 15:54 wib
 Logo PT Bumi Resources Tbk
Logo PT Bumi Resources Tbk
JAKARTA - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjelaskan jika anak usaha yang baru diakuisisinya, Herald Resources Limited sudah tidak tercatat lagi di bursa efek Asutralia (Australian Stock Exchange) sejak 16 Desember 2009.

"Efektif berlaku sejak 16 Desember 2009. Informasi tersebut baru diterima perseoan pada 11 Januari 2010," jelas SPV Investor Relation-Corsec BUMI Dileep Srivastava dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (15/1/2010).

Sebelumnya, BUMI merogoh koceknya kurang lebih USD25 juta untuk pembelian saham Herald Resources Limited, melalui Calypso Ltd, anak usaha BUMI. Dana ini diperoleh dari modal kerja perseroan.

Perhitungan transaksi pembelian saham Herald Resources Limited tersebut adalah di bawah 10 persen dari pendapatan atau 20 persen dari ekuitas perseroan.

Perseroan juga telah mengalokasikan dana USD211 juta untuk keperluan pengembangan anak usaha perseroan, Herald Resources Ltd. Dana tersebut diambil dari penerbitan surat utang senior bergaransi senilai USD300 juta.

Dana sebesar USD211 juta tersebut berupa belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar USD171 juta, modal kerja USD30 juta dan dana eksplorasi USD10 juta. Pengucuran dana dilakukan selama 20 bulan sebesar kurang lebih USD10 juta per bulan. Dengan investasi tersebut, perseroan berharap bisa menggenjot pendapatan Herald pada 2012.

Sekadar informasi, BUMI menguasai 98,39 persen saham Herald, melalui anak usahanya Calipso Investment Pte Ltd. Perusahaan tambang yang tercatat di Australian Securities Exchange (ASX) ini menguasai 80 persen saham di proyek Dairi, sisanya dimiliki PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Tambang Dairi tersebut merupakan lahan yang menjadi sasaran utama pengembangan BUMI. Pasalnya, tambang Dairi yang berlokasi di Sumatera Utara, memiliki kandungan seng (zinc) dan timbal (lead) sangat besar. Namun hingga saat ini, proyek Dairi belum dapat dioperasikan lantaran belum mendapat izin dari Departemen Kehutanan.

Dairi terdiri atas tiga areal penambangan, yaitu Anjing Hitam, Basecamp, dan Lae Jahe. Jumlah cadangan timah hitam dan seng ditaksir mencapai 17,9 juta ton. (wdi) (rhs)
TWITTER »
twit