Getting time...

100 Daftar WP Penunggak Pajak

Ferdinan - Okezone
Kamis, 28 Januari 2010 19:01 wib
Foto: Okezone.com
Foto: Okezone.com
JAKARTA - Komisi XI DPR telah menerima daftar 100 wajib pajak (WP) penunggak pajak terbesar dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak. Adapun total tunggakan pajak dari 100 WP ini mencapai Rp17,5 triliun.
 
Penyerahan daftar tersebut disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak M Tjiptardjo saat rapat kerja dengan komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/1/2010).
 
Berikut daftar dari 100 WP penunggak pajak tersebut:
 
1. PT Pertamina (Persero)
2. Karaha Bodas Company LLC
3. Industri Pulp Lestari
4. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN)
5. Kalimanis Plywood Industries
6. Siemens Indonesia
7. Angkasa Pura II (Persero)
8. Bentala Kartika Abadi
9. PT Daya Guna Samudera Tbk
10. Direct Vision
11. Hyaat International-Asiapacific Limited
12. Djarma Aru
13. Televisi Republik Indonesia
14. Likpin LLC
15. Multi Kontrol Indonesia
16. PT Kereta Api Indonesia (Persero)
17. Bank BNI
18. TH Indo Platations
19. Ing International
20. PT Surya Dumai Industri Tbk
21. DSM Kaltim Melamine
22. Cosa International Group Limited
23. Bank Bukopin
24. Pasifik Satelit
25. PT Bukit Makmur Mandiri Utama
26. PT Bank Global International Tbk
27. DP3KK
28. Gandhi Memorial International School
29. Sarana Niaga Perdana
30. PT Perdana Karya Perkasa Tbk
31. PT Sampoerna Agro Tbk
32. Seaunion Energy (Limau) LTD
33. Agoda Rimba Irian
34. Total E & P Indonesia
35. Avera Pratama
36. PT Steady Safe Tbk
37. Toyota Tsusho Indonesia
38. Kaltim Prima Coal
39. Jakarta Llyod Kantor Pusat
40. Universal Foodwear Utama Indonesia
41. PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk
42. General Food Industries
43. Inti Indosawit Subur
44. PT Holcim Indonesia Tbk
45. Kinantan Senaputra
46. Pembangunan Sarana Jaya
47. Planet Electrindo
48. Mobil Exploration Indonesia
49. Textra Amspin
50. Semen Tonasa
51. Kaltim Methanol Industri
52. Eka Manunggal Lestari
53. Pekebunan Nusantara XIV
54. Toyo Denso Indonesia
55. Pertamina Unit Pembekalan
56. Salim Ivomas Pratama
57. Gajah Tunggal Mulia
58. Intimutiara Kimindo
59. Perkebunan Hasil Musi Lestari
60. Petro Oxo Nusantara
61. Dwi Satya Utama
62. Jamsostek (pusat)
63. Wira Insani
64. Ragam Logam
65. PT Catur Gatra Eka Perkasa
66. Persero Perkebunan
67. Pakerin
68. PT Central Proteinaprima Tbk
69. Daesung Eltec Indonesia
70. Merpati Nusantara Airlines
71. Madya Semarang
72. Hyundai Indonesia Motor
73. Aspirasi Luhur
74. Istaka Karya
75. Dongfang Electric Corporation Indonesia Project
76. Cakrawala Mega Indah
77. Gapura Angkasa
78. Sun Hope Investment
79. Texmaco Taman Synthetics
80. Singgar Mulia
81. Pulau Sambu
82. Il Jin Sun Garment
83. LKBN Antara
84. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia
85. Astina Putera
86. Pindo Deli Pulp And Papermills
87. Sragen Abadi Textile Industri
88. Kaltim Parna Industri
89. Korina Semarang
90. Tiga Ombak
91. Menara Tiga Diesel
92. Valu Trada Indonesia
93. Asrigita Prasarana
94. Ivo Mas Tunggal
95. Sinar Kencana Inti Perkasa
96. Mandiri Eka Mandiri
97. Deutsche Bank AG
98. Wirakarya Sakti
99. Gunung Bayan Pratamacoal
100. Garuda Indonesia
(ade)
  • indra » 0 Tanggapan
    kita lihat aja apa bener pemerintah bisa selesaikan masalah pajak perusahaan besar itu. biasanya kan pemerintah hanya bisa tegas sama orang masyarakat kecil, ada org kecil buka usaha ternyata org pajak tidak menjelaskan masalah PPN kepada org tersebut. org tersebut baru tau setelah ada yg mengatakan ke dia kalau PPN harus di laporkan supaya bisa ikut tender, si pengusaha kecil bingung lho knapa gak di tegur org pajak dan tidak dijelaskan dulu pd saat pembuatan npwp usaha tersebut. akhir nya si pengusaha melaporkan PPN nya yg nihil ke kantor pajak, dan setelah di laporkan 2 bulan kemudian tiba2 datang surat dr kantor pajak menyatakan bahwa denda perbulan 500 rb dan harus di bayar 5 juta rupiah selama setahun.. sementara ada pajak yg milyaran di biarkan saja. pemerintahan macam apa indonesia ini
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit