Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

2009, Penyerapan Tenaga Kerja Capai 2,5 Juta

Candra Setya Santoso , Jurnalis-Rabu, 10 Februari 2010 |12:55 WIB
2009, Penyerapan Tenaga Kerja Capai 2,5 Juta
Pencari Kerja. Foto: Heru Haryono/Okezone.com
A
A
A

JAKARTA - Selama 2009 terjadi penyerapan tenaga kerja mencapai 2,5 juta. Angka tersebut diasumsikan dengan tiap pertumbuhan ekonomi satu persen, maka dapat menyerap 500 ribu tenaga kerja.

"Tiap pertumbuhan ada faktor seasional, setahun 500 ribu, setiap pertumbuhan satu persen pertumbuhan, bisa menyerap 2,5 juta orang lapangan selama 2009," ujar Deputi bidang Neraca dan Statistik BPS Slamet Sutomo, saat konferensi pers tentang Angka Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2009, di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (10/2/2010).

Dijelaskannya, angka asumsi tersebut didapatkan sesuai peraturan yang ditetapkan jika dalam satu jam kerja dapat mewakili jam kerja dalam satu minggu. "Dengan konsep satu persen bisa menyerap tenaga sebesar 500 ribu," katanya.

Di sisi lain, indeks tedensi bisnis (ITB) pada triwulan IV-2009 sebesar 108,45 mengindikasikan kondisi bisnis pada triwulan tersebut secara umum meningkat. Namun tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah dibandingkan triwulan III-2009 (nilai ITB 112,86).

Semua sektor ekonomi mengalami peningkatan nilai indeks, kecuali sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan. Sektor transportasi dan telekomunikasi mengalami peningkatan bisnis tertinggi dengan indeks sebesar 111,32 persen.

Peningkatan kondisi bisnis terjadi karena adanya peningkatan pendapatan usaha, kapasitas produksi dan rata-rata jam kerja. Sektor perdagangan, hotel, dan restoran mengalami peningkatan pendapatan usaha terendah.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement