Getting time...

Jamsostek Merasa Tertipu oleh BI

Widi Agustian - Okezone
Rabu, 10 Februari 2010 20:10 wib
Gedung Jamsostek. Dok Jamsostek
Gedung Jamsostek. Dok Jamsostek
JAKARTA - Jamsostek merasa pihaknya tertipu oleh pihak Bank Indonesia (BI). Apa pasal? Ini karena Jamsostek tidak diberitahu bagaimana bobroknya kondisi Bank Century kala itu.

Akibatnya, Jamsostek tetap menyimpan dananya di Bank Century tersebut, serta baru menguras habis dananya pada 12 Oktober 2009. "BI itu tidak kasih tahu ke kami," jelas Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga, di sela rapat dengan Pansus Century, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/2/2010).

Dia mengungkapkan, yayasan yang berada di bawah BI yakni Yayasan Keluarga Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia (YKKKBI) juga tidak diberitahu oleh BI.

"Yayasannya saja tidak dikasih tahu. Ngapain kita kasih tahu ke Jamsostek, orang anak gue saja enggak dikasih tahu. Yang seharusnya tahu bank itu brengsek enggak dikasih tau," tandasnya.

Di sisi lain, sejalan dengan permasalahan ini, ke depannya Direktur Jamsostek Evelyn Masaya mengungkapkan bila perusahaan akan memilik bank sendiri dan bisa memberikan pelayanan yang menyeluruh kepada nasabahnya.

Terkait dengan rencana akuisisi bank syariah beberapa waktu lalu, pihaknya mengatakan bila opsinya bisa bank syariah atau bank konvensional. "Ini memberikan multibenefit, pelayanan yang lebih optimal, dengan akuisisi bank. baru internal review," pungkasnya.
(ade)
  • Investor » 0 Tanggapan
    Hotbonar pendapat kau sangat aneh dan terlihat bodoh. Keputusan melakukan penempatan dana Jamsostek di BC adalah sepenuhnya hak dan kewenangan kalian sebagai investor. Kalianlah yg harus menilai mana investasi yg baik dan buruk. Gunakan risk management untuk menilai itu. Tidak ada kewenangan dan kewajiban BI untuk memberitahukan mana bank baik dan bobrok untuk investasi. Memberi tahu publik termasuk investor tidak mungkin BI lakukan karena akan membuat kisruh pasar keuangan dan hilangnya kepercayaan masyarakat thdp bank. Jangan lempar tanggungjawab kepada BI. Berpikirlah sebelum bicara
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit