Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

2011, Kementerian BUMN Targetkan 7 BUMN Go Public

Wilda Asmarini , Jurnalis-Selasa, 03 Agustus 2010 |15:40 WIB
2011, Kementerian BUMN Targetkan 7 BUMN <i>Go Public</i>
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Kementerian BUMN sepertinya masih belum bisa memastikan berapa jumlah BUMN yang akan diprivatisasi pada tahun depan. Pasalnya, dari beberapa waktu kemarin, target BUMN yang akan diprivatisasi tersebut terus berubah.

Bila sebelumnya Kementerian BUMN mengatakan berencana melakukan privatisasi sekitar 10 BUMN, lalu menurun menjadi enam hingga delapan BUMN, dan kali ini disebutkan akan memprivatisasi tujuh BUMN, sesuai dengan master plan (rencana utama) kementerian pada tahun depan.

Namun menurut Asisten Deputi Restrukturisasi dan Privatisasi II Dwijanti, jumlah tersebut bisa saja berubah karena ada perubahan prioritas dari masing-masing deputi Kementerian BUMN.

"Tahun 2011 rencana kami ada tujuh BUMN yang akan diprivatisasi. Tapi karena ada perubahan prioritas dari Deputi, jadi ada perubahan," tutur Dwijanti di kantornya Jakarta, Selasa (3/8/2010).

Menurutnya, rencana tersebut kini masih dalam pembahasan teknis internal deputi Kementerian BUMN. Selanjutnya baru akan disampaikan ke Menteri Koordinator Perekonomian selaku Ketua Komite Privatisasi.

"Sebelum sampaikan ke Menko Perekonomian, sekarang masih ada pembahasan teknis internal deputi. Mungkin Oktober sudah bisa disampaikan (ke publik)," ujarnya.

Dia pun masih enggan menyebutkan ketujuh BUMN tersebut. Tapi dia menuturkan ketujuh BUMN tersebut antara lain berada pada sektor asuransi, semen, jasa pembiayaan, dan konstruksi. "Tapi belum final," imbuhnya.

Sementara target privatisasi BUMN tahun ini antara lain PT Perkebunan Nusantara III, PT Perkebunan Nusantara IV, dan PT Perkebunan Nusantara VII, PT BNI (right issue), PT Kertas Padalarang, PT Primisima, dan PT Sarana Karya. Namun yang jelas, pada kuartal tiga dan empat tahun ini ada dua BUMN yang akan melakukan IPO, yaitu PT Krakatau steel dan PT Garuda Indonesia.

Namun, Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan pihaknya akan menganggarkan
delapan sampai sepuluh BUMN yang akan diprivatisasi (go public), antara lain
BUMN sektor semen, kehutanan, perkebunan, farmasi, dan pertambangan. Namun untuk sektor perkebunan, go public akan dilakukan setelah pembentukan holding BUMN perkebunan selesai.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement