JAKARTA - Ekspor mebel dan kerajinan mengalami peningkatan sebesar 28 persen pada periode Januari hingga Juni 2010.
"Ini di luar ekspektasi. Target kita pada awal 2010 hanya 20 persen,” kata Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahyono di Jakarta, Jumat (27/8/2010).
Asmindo mencatat, total nilai ekspor mebel dan produk kerajinan pada periode Januari hingga Juni 2010 mencapai lebih dari USD1,4 juta atau mengalami kenaikan 28,09 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Peningkatan terbesar terjadi pada ekspor produk mebel yang terbuat dari kayu.
Nilai ekspor mebel kayu mulai Januari hingga Juni tahun ini mencapai USD742 juta atau naik 57,28 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Sementara untuk ekspor produk mebel plastik mengalami peningkatan sebesar 41,44 persen dengan nilai mencapai USD28,5 juta.
Sedangkan ekspor mebel jenis rotan justru mengalami penurunan sekira 20,75 persen dari tahun lalu, dari USD103 juta menjadi USD81 juta. Menurut Ambar, peningkatan ekspor tersebut didorong oleh promosi yang dilakukan secara intens pada saat berbagai pameran mebel dan kerajinan di luar negeri.
"Kenaikan 28 persen ini benar-benar dilakukan oleh industri sendiri. Karena kalau bicara program pemerintah tidak ada yang fokus pada mebel dan kerajinan," tegasnya.
Peningkatan ekspor tersebut, lanjutnya, sekaligus menunjukkan bahwa kondisi industri mebel dan kerajinan dalam negeri semakin membaik.
Pasalnya, kata dia, pada tahun lalu, ekspor mebel sempat tumbuh minus akibat dampak krisis global. Pertumbuhan ekspor mebel dan kerajinan tahun lalu tercatat minus 15,25 persen dibanding 2008.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.