Cuaca & Beban Bunga Tekan Laba Adaro Energy

Rheza Andhika Pamungkas - Okezone
Jum'at, 3 September 2010 08:40 wib
Ilustrasi
Ilustrasi
JAKARTA - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menargetkan perolehan laba bersih di tahun ini masih akan sama dengan perolehan laba bersih di tahun lalu sebesar Rp4,4 triliun.

"Kami menargetkan laba bersih tahun ini bottom line-nya sama dengan tahun lalu," ujar Direktur dan Sekertaris Perusahaan ADRO Andre J Mamuaya di sela acara buka puasa bersama di Hotel Sultan, Jakarta, kemarin (2/9/2010).

Menurutnya, hal tersebut karena beban bunga yang harus ditanggung perseroan cukup tinggi selama enam bulan pertama tahun ini. Ditambah lagi dengan faktor cuaca ekstrem selama semester I-2010 sehingga produksi batubara perseroan tidak berjalan maksimal.

"Namun kalau dilihat produksi selama first half 2010 masih tumbuh 20 persen dibandingkan first half tahun lalu. Jika diambil setengahnya dari target produksi batubara di akhir tahun ini sebesar 45 juta ton yakni 22,5 juta ton kita sudah mencapai 21 juta ton di semester I-2010. Sejauh ini masih oke tetapi sejak Juni seharusnya cuacanya sudah lebih bersahabat, dan jika cuacanya sampai dengan akhir tahun memungkinkan, maka kiya bisa capai target produksi tersebut," jelasnya.

Beban bunga selama semester I-2010 meningkat, lanjutnya, karena bonds. Sehingga interest cost akan naik. "Namun di semester II nanti beban bunga akan turun. Tetap ada tetapi turun atau tidak sampai Rp400 miliar seperti pada semester I-2010," tambahnya.

Deputi Sekertaris Perusahaan ADRO Devindra Ratzarwin menambahkan, untuk pembayaran beban bunga selanjutnya maka perseroan akan menggunakan dana yang berasal dari internal cash perseroan.

"Perseroan akan gunakan internal cash untuk bayar beban bunga bonds. Dan kita tidak melakukan hutang lagi untuk membayar beban bunga tersebut. Karena jika itu dilakukan maka keuangan perseroan bisa kacau," tutur Devindra.

Sementara itu, terkait kabar rencana pelepasan saham perdana (initial public offering/ IPO) anak usaha perseroan PT Saptaindra Sejati, Devindra mengatakan rencana itu ditunda untuk jangka waktu yang belum ditentukan dan juga tidak akan melanjutkannya dalam waktu dekat sejalan dengan perubahan strategi kepemilikan perseroan di anak-anak usaha.

"Bukan karena kondisi pasar, tetapi karena kepemilikan kami sekarang sudah mayoritas, sehingga kami berpikir ulang untuk apa IPO," pungkas Devindra.

Seperti diketahui, di semester I-2010, laba bersih ADRO tercatat menurun enam persen atau sebesar USD93 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelum. Hal ini utamanya disebabkan beban bunga yang lebih tinggi. (wdi)
TWITTER »
twit