Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Stok Gandum Tidak Mengkhawatirkan

Sandra Karina , Jurnalis-Rabu, 08 September 2010 |15:19 WIB
Stok Gandum Tidak Mengkhawatirkan
Foto: Koran SI
A
A
A

JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Produsen Terigu Indonesia (Aptindo) Franciscus Welirang mengatakan, pada saat ini, pihaknya tidak mengkhawatirkan stok gandum.

Walaupun ada masalah produksi gandum di Rusia yang pada akhirnya menutup ekspornya ke berbagai negara. Hal ini pula yang menyebabkan para pembeli berbondong-bondong membeli gandum dari Amerika Serikat (AS).

“Kekhawatiran suplai tidak ada. Karena tahun 2007 terjadi lonjakan harga gandum tapi stok dunia tetap 124 juta ton. Walaupun ada masalah di Rusia, stok dunia 170 juta ton," paparnya di Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, berhentinya ekspor gandum dari Rusia, mengakibatkan orang berbondong-bondong ke AS karena memiliki stok cukup baik tapi harganya lebih mahal. "Tapi nanti ada masalah di pelabuhan AS karena kapal mengantri,” paparnya.

Harga gandum internasional jenis soft atau yang low protein, dikatakannya, mengalami kenaikan dari USD210 menjadi hampir USD280-USD300 per ton.

“Ekskalasi harga lebih banyak akibat peralihan gandum murah ke mahal. Kekosongan impor terigu dari Turki, yang mengakibatkan dalam waktu singkat lonjakan harga terigu murah,” tuturnya.

Dia menambahkan, terigu yang terbuat dari gandum jenis soft dan hard atau yang berprotein tinggi digunakan di sektor industri yang berbeda.

“Jenis soft dibuat jadi terigu umumnya digunakan industri biskuit dan goreng-gorengan karena yang dinginkan renyahnya. Berbeda dengan mie dan roti, itu gandum jenis hard,” tandasnya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement